Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Wednesday, 11 March 2015
Pada Akhirnya
Pada
Akhirnya
Pada akhirnya, kamu hanya
perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kau tunggu
tak pernah datang. Walaupun yang kau perjuangkan tak pernah sadar dengan apa
yang kau lakukan. Nikmati saja. Kelak, dia yang kau cintai akan tahu, betapa
kerasnya kau memperjuangkannya. Betapa dalamnya rasa yang kau simpan kepadanya.
Dia hanya pura-pura tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu sama sekali. Tidak usah
hiraukan, jika sampai hari ini kau masih memperjuangkannya, dan masih
menunggunya, tidak masalah. Tidak ada salahnya dalam memperjuangkan cinta yang
kau rasa.
Tuesday, 10 March 2015
Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang
Catatan Pendek
Untuk Cinta Yang Panjang
Jangan menghilang lagi. Sebab hilangmu merusak suasana hati.
Jangan pergi tanpa kabar lagi, sebab pergimu selalu saja
meninggalkan sepi.
Monday, 17 November 2014
Fiksi Akhir Sebuah Cerita
Akhir
Sebuah Cerita
Entah apa yang
menyelimuti hati, ketika aku berkomunikasi kembali dengan seseorang dari masa
lalu. Ada perasaan takut, takut yang teramat sangat. Aku merasa takut
kehilangan seseorang di masa kini yang selalu menghiasi hari-hari setelah
‘orang dari masa lalu’ itu pergi. Sebenarnya bukan hanya itu yang membuat
perasaan takut kehilangan. Akhir-akhir ini aku sering menatap lekat-lekat wajah
kedua orang tuaku saat kami berbincang. Aku menyadari, wajah keduanya semakin
menua, namun beban yang beliau tanggung belum juga meringan. Aku ingin ikut
membantu keduanya hingga beban itu berkurang sedikit demi sedikit. Tapi,
masalah hati menjadi dilema tersendiri disela-sela keinginan meringankan beban.
Saturday, 15 November 2014
FIKSI DIARY REMBULAN
DIARY REMBULAN
Namaku Rembulan, aku gadis kecil terlahir dari keluarga
sederhana di sebuah desa pinggiran kota hujan. Aku gadis kecil bukan karena
usiaku yang masih belasan tahun, tapi karena ukuran tubuhku yang mungil. Tinggi
dan berat badanku tak seideal gadis kebanyakan yang sebaya denganku. Ini
kekuranganku.
Aku Rembulan. Sosokku sedikit misterius. Aku punya sepasang
mata dengan sorot tajam menembus dimensi. Binar mata layaknya purnama. Aku
punya senyum ibarat garis lengkung yang diukir asteroid dilangit malam yang
pekat. Sekilas tapi tetap membekas. Itu kataku, haha…. Kata orang, entahlah…
Sunday, 8 June 2014
Tentang Seseorang
Tentang Seseorang...
Siang
terik, Seorang laki2 terduduk dalam kebimbangannya. Menundukkan wajahnya. Ada
sesuatu yang begitu menghantuinya hingga logikanya tak dapat menahan segala
rasa yang entah harus dijelaskan dengan kata2 apa. Ia merasa ada yang hilang
dari jiwanya, ada yang kosong... meski ia terus bergelut dengan duniawi, meski
ia berada disegala puncak pencapaiannya. ia terdiam disela hiruk pikuk.
Ada butiran kristal bening menetes dari sudut matanya setelah tadi ia melihat
begitu tulusnya syukur seorang anak jalanan yang berdoa disujud terakhir dalam
sholatnya yang panjang. Entah apa yang ia panjatkan, yang pasti wajahnya yang
berpendar kedamaian membuat ia serasa dibelenggu iri meski sholatnya harus
beradu dengan debu, beralaskan selembar koran dan pakaian lusuh. Dalam
renungannya terdiam, aku sebenarnya lebih beruntung darinya--batinnya berkata.
kemudian bibir itu berkata getir...
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)

