Penjelasan Kitab Arrisalatul Jami'ah
Bagian 32
Senin, 21 Oktober 2013
Senin, 21 Oktober 2013
عَنْ
أَبِي الْخَيْرِ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو أَنَّ أَبَا بَكْرٍ
الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه
قَالَ
لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي
دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي
ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مِنْ
عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
PENJELASAN
HADITS OLEH ASY- SYEKH RIDWAN AL- 'AMIRY
Tadi baru saja dibacakan hadits
Baginda Rasulullah SAW, yang mana وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ
إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى , Rasulullah SAW banyak sekali mengajarkan kepada kita
umat Nabi Muhammad SAW tata cara berdoa kepada Allah SWT, memohon kepada Allah
SWT, tata cara meminta kepada Allah SWT. Sebagaimana mereka sahabat Nabi
Muhammad SAW selalu bertanya kepada Rasulullah SAW, tidak ada suatu kebaikan
melainkan telah diajarkan dan ditunjukkan oleh Baginda Rasulullah SAW.
Sebagaimana yang dirawatkan tadi oleh Sayyidina Abdullah bin 'Amr bin Ash RA,
beliau menyampaikan dari Sayyidina Abu Bakar ash- Shidieq, bahwasanya beliau
bertanya kepada Baginda Rasulullah SAW tentang suatu doa, " يَا رَسُولَ
اللَّهِ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي " ( ya
Rasulullah ajarkan aku doa yangmana aku baca didalam sholatku ), maka
berbeda pendapat disini para ulama , apakah dibaca diawal sholat, dipertengahan
sholat atau diakhir sholat, atau dibaca diwaktu qiyam, atau diwaktu ruku' atau
diwaktu sujud. Alhasil beberapa ulama berpendapat bahwa dibaca diakhir sholat
khusunya diwaktu sujud,karena paling dekatnya seorang dengan Allah ta'ala
didalam sholatnya yaitu ketika sujud.
Maka sayyidina Abu Bakar ash-Shidieq
menanyakan hal ini kepada Rasulullah SAW, kiranya apa doa yang paling bagus
untuk aku baca didalam sholat? Maka Rasul mengatakan " قُلْ اللَّهُمَّ
إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا
أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مِنْ عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ
الرَّحِيمُ " ( ya Allah aku telah berbnuat dosa , apa dosa yang
dilakukan oleh seorang Abu Bakar ? yangmana beliau meletakkan batu di mulutnya,
sehingga sahabat bertanya mengapa engkau meletakkan batu sehingga setiap ingin
berbcara harus mengeluarkan batu tersebut, maka beliau menjawab "ini gara
gara mulut atau lidah bisa menjerumuskan aku kedalam api neraka".
Dan juga terdengar dari beliau
didalam majelis diantara pembicaraan beliau ketika berhenti terdengar لااله
الا الله secara berulang - ulang ,itulah kalimat yang terlantun dari lisan
sayyidina Abu Bakar ash-Shidieq, begitu pula sayyidina Umar bin Khatab
melantunkan kalimat الله اكبر الله اكبر , sayyidina Utsman bin Affan
melantunkan سبحان اللهسبحان الله , sayyidina Ali Ra الحمد لله الحمد
لله .
Adapun yang dimaksud dengan ظلما
كثيرا adalah seseorang jika berbuat zholim kepada dirinya jika berbuat dosa
kepada Allah SWT. ظلما كثيرا berbuat dosa yang banyak, didalam riwayat
Muslim "ظلما كبيرا" ulama mengatakan sebaiknya menggabung
antara dua hadits tersebut sehingga menjadi اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ
نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كبير untuk bisa mendapatkan dua riwayat Bukhari
dan Muslim. Kemudian وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ ( dan
tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah ) , فَاغْفِرْ لِي
مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ( ya Allah berikanlah kepadaku ampunan dari
sisi-Mu) , إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ( sesungguhnya
Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih ) .
Kita melihat disini kalimat
maghfiroh dan taubah itu disebutukan di dalam Al-Quran sebanyak 28 kali,
didalam surat al-Baqarah disebutkan sampai 5 kali, 5 ayat didalam surat al-
Baqarah, didalam surat ali 'Imran disebutkan 5 kali tentang taubah dan maghfiroh,
di surat an-Nisa 2 kali disebutkan, kemudian di dalam surat al- Maidah sampai 6
kali disebutkan maghfiroh dan taubah , begitu pula dalam surat al-A'raf
disebutkan sekali, begitu juga surat asy- Syura, ash- Shaff, al- Jumu'ah,
hingga 28 kali disebutkan didalam al-Quran mengenai Taubah dan maghfiroh.
Diantaranya Allah berfirman " فَتَلَقَّى
آَدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ
الرَّحِيم ُ " , dan juga Allah ta'ala berfirman " توبوا إلى
الله جميعا ايها لمؤمنون لعلكم تفلحون " kita diperintahkan untuk banyak
banyak bertaubat dari perbuatan dosa apasaja kitaminta ampun kepada Allah SWT,
baik dosa yang kecil maupun dosa yang besar. Janganlah dosa kecil itu
diremehkan! Dikatakan bahwa perbedaan antar orang yang mukmin dengan orang yang
munafiq adalah orang mukmin jika memandang kepada dosa yang kecil bagaikan
melihat sebuah gunung yang akan menimpa dia, akan tetapi orang yang munafiq
melihat dosa yang besar bagaikan seekor lalat yang hinggap dihidungnya, dia
meremehkan dosa tersebut.
Allah SWT berfirman dalam al- Quran
" غافرالذنب وقابل التوب شديدالعقاب ذي الطول لااله الا هو اليه المصير "
Allah mendahului dengan غافرالذنب , Allah yang mengampuni dosa, وقابل
التوب yaitu menerima taubat, bahkan didalam hadits dikatakan bahawa "Allah
gembira dengan taubat dari hambaNya ". Bahkan dijelaskan didalam hadits
tentang seseorang yang kehilangan kudanya yangmana diatas kuda tersebut
terdapat perbekalannya menuju perjalanan yang begitu jauh, kemudian ia memohon
dan berdoa kepada Allah SWT, seketika itu juga kuda tersebut kembali
dihadapannya lengkap dengan perbekalannya, sehingga dengan perasaan yang amat
gembira orang tersebut salah mengucapkan syukur " ya Allah Engkau hambaku
dan aku TuhanMu"
Suatu ketika datang seorang sahabat
kepada Nabi Muhammad SAW mengeluhkan dosanya sampai ia berteriak didepan Nabi
" alangkah banyaknya dosaku ….." lalu Rasulullah mengatakan
kepada sahabat tersebut " اللهم مغفرتك اوسع من ذنوبي و رحمتك ارجى عندي
من عملي " maka sahabat tersebut mengucapkan apa yang diajarkan Nabi,
yang mana doa tersebut dibaca setiap khatam al-Quran di kota Tareem pada hari
kamis pagi, lalu setelah dibaca doa tersebut oleh sahabat itumaka Rasulpun
memerintahkan untuk mengulangnya hingga 3 kali. Ampunan Allah itu lebih luas
daripada dosa dosa kita, rahmatAllah SWT itulah yang paling kita harapkan
daripada amalan kita. Rasul bersabda " لا يدخل احدكم الجنة بعمله
الابرحمته " ( tidaklah masuk seorang dari kalian kedalam surga
dengan amalnya kecuali dengan rahmat Allah ), sampai para sahabat bertanya
kepada Rasulullah SAW, " begitupun engkau ya Rasulullah?" Rasul SAW
menjawab " begitupun aku, hanya saja Allah melimpahkan anugerah dan
rahmatNya kepadaku."
Ada cerita tentang seseorang pada
zaman bani Isaro'il yangmana beribadah selama 500 tahun dan bangga atas
ibadahnya tersebut, sedangkan kita umur kita antara 60-70 tahun bahkan ada yang
dipanggil Allah sebelum waktu tersebut sebagaimana Guru kita Habibana Munzir
yang dipanggil Allah pada umur 40, lalu ketika orang tersebut akan dimasukkan
kedlam surga dengan rahmat Allah, dia protes kepada Allah dan meminta masuk
surga dengan amalnya, lalu Allah menimbang ibadahnya dengan kenikmatan satu
mata dan ternyata ibadahnya selama 500 tahun tersebut belum bisa mengimbangi
kenikmatan mata tersebut sehingga Allah memerintahkan agar memasukkannya
kedalam neraka dengan/sebab amalnya, mendengar hal itu maka ia berteriak dan
meminta kepada Allah agar memasukannya kedalam surga dengan rahmatNya.
(lanjutan cerita sahabat) maka
setelah sahabat tersebut mengulang ucapan yang diajarka oleh Rasulullah maka
Rasulullah berkata kepadanya " sungguh Allah telah mengampuni bagimu.".
Bahkan Rasulullah sering mengajarkan para sahabat doa doa yangmana salah
satunya yang sering dibaca oleh Rasulullah adalah " اللهم انا نسالك
موجبة رحمتك وعزائم مغفرتك والسلامة من كل اثم والغنيمة من كل بروالفوز بالجنة
والنجاة من النار" " ini adalah doa yang sering dibaca oleh Nabi
Muhammad SAW.
Nabi SAW bersabda " ايهالناس
توبوا إلى الله ! فإني أتوب في اليوم مائة مرة " didalam riwayat lain
" اكثرمن سبعين مرة " ( wahai manusia bertaubatlah kepada
Allah! Sesungguhnya aku setiap hari meminta ampun kepada Allah 100x ,
" dalam riwayat lain " lebih dari 70 kali). Siapakah yang
lebih pantas untuk meminta ampun kepada Allah SWT? Sedangkan Rasulullah Ma'sum
(terlindungi dari dosa ). Tidaklah ada suatu perbuatan terpuji dimuka bumi ini
terkecuali bersumber dari Rasulullah SAW.
Ditutup dengan kisah seseorang pada
Bani Isaroil yangmana ia telah membunuh 99 orang, akan tetapi ia memiliki
keinginan besar dalam hatinya untuk bertobat kepada Allah SWT, sehingga ia
bertanya tentang orang yang paling pintar dikota tersebut lalu ditunjukkan
kepadanya seorang pendeta, lalu orang tersebut bertanya kepada pendeta bahwa
adakah ampunan baginya setelah ia membunuh 99 orang? Lalu pendeta tersebut
menjawab bahwa tidak ada baginya ampunan, karena kecewa maka orang tersebut
melengkapkan membunuh menjadi 100 orang dengan membunuh pendeta tersebut. Akan
tetapi masih ada didalam hatinya untuk bertaubat kepda Allah SWT, maka bertanya
lagi tentang orang pintar lainnya maka ditunjukkan bagi seorang ulama, lalu ia
bertany kepada ulama tersebut adakah ampunan baginya setelah membunuh 100
orang, lalu ulama tersebut bertanya kepadanya " siapa yang menghalangi
antara engkau dengan taubah?" tidak ada yang menghalangi terkecuali engkau
minta kepada Allah dengan satu syarat yaitu engkau tinggalkan kampungmu (
tempat maksiat ) menuju tempat ketaatan, dari tempat yang banyak orang
melakukan maksiat menuju tempat yang banyak orang yang banyak melakukan
kebaikan. Maka dari hadits ini kita bisa mengambil istimbat bahwa disunnahkan
untuk berhijrah dari suatu tempat yang sudah terlalu parah keburukan dalam
kampung tersebut, karena kalaupun kita dapat selamat namun anak keturunan
kitabisa terancam hal tersebut. Setelah dia berhijrah, ketika dalam perjalanan,
ia dijemput oleh kematian, maka datang kepadanya malaikat rahmat dan malaikat
azab, maka kedua malaikat tersebut berselisih untuk mengambil orang tersebut.
Malaikat rahmat berkata " aku akan membawa orang ini karena memiliki niat
yang tulus untuk bertaubat kepada Allah SWT." Sedangkan malaikat azab
berkata " tidak bisa, orang ini tidak pernah sekalipun berbuat
kebaikan.". maka Allah mengirimkan seorang malaikat dalam bentuk manusia
sebagai hakim atau penengah, maka malaikat tersebut mengatakan " sebaiknya
kita mengukur jarak orang ini dari tempat yang banyak kebaikan atau tempat yang
banyak kemaksiatan". Didalam hadits disebutkan bahwa jarak antara orang
tersebut dengan tempat yang ia tinggalkan adalah sejengkal lebih dekat dengan
tempat kebaikan, maka malaikat rahmat yang membawanya. Maka dalam hadits inipun
kita dapat beristmbat bahwa kita diperintahkan untuk dekat denga orang orag
sholeh, karena dekat dengan orang-orang sholeh akan membawa kebaikan didunia,
dalam kubur bahkan di akherat sertapadang mahsyar akan membawa manfaat tang
begitu besar. Karena seseorang akan bersama dengan yang ia cintai kelak dihari
kiamat. Ada riwayat lain mengatakan bahwa dada orang tersebut menghadapke
tempat yang baik. Maghfiroh dan ampunan dari Allah itu adalah suatu pemberian
yang amat besar untuk itu kita janganlah enggan enggan untuk memohon ampunan
tersebut. Karena Rasulullah bersabda " التائب من الذنب كمن لا ذنب له "
(orang yang bertaubat dari suatu dosa bagaikan seseorang yang tidak
berdosa).
Mudah-mudahan Allah melimpahkan anugerahNya
serta maghfirohNya serta keberkahanNya kepada kita semua yang hadir , bangkit
dari tepat ini diampuni oleh AllahSWT, bahkanlebih dari itu, orang yang hadir
dalam majelis ilmu diberikan lebih bukan hanya ampunan akan tetapi keburukannya
digantikan dengan kebaikan.


No comments :
Post a Comment