MEMBUAT
DREAM BOOK ANDA SENDIRI
Banyak dari orang
sukses mengawali kesuksesan mereka dengan membuat daftar mimpi mereka, sampai
sekarang dikenal dengan teknik ‘Dream Book’. Dengan berbekal sebuah buku yang
berisi daftar mimpi-mimpi, siapa pun dapat meraih kesuksesan, asalkan mau
berusaha untuk mewujudkan satu per satu mimpi tersebut.
Anda masih belum
tahu bagaimana cara membuat ‘Dream Book’ yang baik, maka Anda harus mempelajari
teknik SMART berikut ini:
1. S = Spesifik
Impian yang Anda miliki harus dapat
di definisikan dan di deskripsikan dengan detail serta tidak bersifat umum. Hal
ini diharuskan agar impian Anda dapat dengan mudah untuk diwujudkan.
Contoh:
Jika Anda mengatakan “Ingin
membahagiakan keluarga”, maka itu masih bersifat umum, tetapi jika Anda katakana
bahwa “Liburan sekolah tahun depan, pada bulan Juni, saya ingin membawa
anak-anak dan istri ke Disney Land di Hongkong”.
2. M = Measurable
Impian Anda harus terukur dengan
jelas, berapa nilainya, jumlah, waktunya sampai bagaimana tahap pencapaiannya.
Contoh:
Jika Anda ingin memiliki sebuah
mobil, Anda harus tahu berapa harga mobil tersebut? Putuskan apakah Anda akan
membelinya secara tunai atau kredit? Berapa penghasilan per bulan yang harus
dapatkan untuk mewujudkan impian tersebut?
3. A = Attainable
Impian yang ingin diwujudkan juga
harus memiliki batas waktu atau tertarget waktu yang realistis dan bukan
khayalan. Rencana yang Anda buat pun harus searah dengan impian Anda sendiri.
Jangan sampai Anda memiliki impian memanen Jagung tapi Anda malah menanam
Rumput Liar.
4. R = Reasonable
Anda harus memiliki alasan yang kuat
mengapa impian Anda itu harus Anda wujudkan. Tuliskanlah alasan-alasan tersebut
dalam ‘Dream Book’ Anda, sehingga setiap kali Anda membuka kembali buku impian
tersebut akan memberikan kekuatan yang luarbiasa karena Anda ingat kembali
alasan-alasan membangun bisnis ini.
5. T = Time Frame
Impian yang ingin
Anda wujudkan harus memiliki batas waktu yang jelas, memiliki tahap-tahap
pencapaian yang bertahap yang mudah dibayangkan sehingga membuat Anda lebih
merasa mudah untuk mencapainya. Dengan tercapainya impian setahap demi setahap
membuat Anda lebih jadi lebih semangat. Karena itulah, mengapa goal yang besar
harus dipecah menjadi goal yang lebih kecil. Goal 3-6 tahun harus dipecah
menjadi goal per tahun. Goal per tahun harus dipecah menjadi goal per bulan.
Kemudian goal per bulan harus bisa diterjemahkan menjadi jadwal mingguan hingga
harian. Seperti apa saja yang harus dilakukan. Tanpa adanya ‘time frame’, Anda
dengan mudah terlena dan menunda pekerjaan.

No comments :
Post a Comment