MENGEMBANGKAN
KEMAMPUAN MEMBUAT JANJI
Janji merupakan
ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat, seperti: hendak
memberi, menolong, datang, dan bertemu (KBBI). Jika Anda ingin membuat sebuah
pertemuan bersama calon prospek, Anda harus membuat janji dengan menggunakan
teknik tertentu. Janji yang Anda buat juga bukan hanya sekedar janji, melainkan
janji dengan yang memiliki tujuan yang jelas, berikut beberapa tujuan tersebut:
a. Bisa bertemu dengan orang yang
ada dalam daftar nama (prospek) untuk menjelaskan proposal/konsep bisnis secara
lengkap. Dianjurkan Anda tidak menjelaskan bisnis ini lewat telepon atau pesan
singkat, jika calon prospek tersebut tinggal di satu kota yang sama dengan
Anda, lebih baik bertemu muka langsung, karena pengaruh Anda akan jauh lebih
kuat dan meyakinkan calon prospek saat bertatap muka dibandingkan lewat
telepon.
b.
Membuat janji dimaksudkan akan
membuat Anda bekerja lebih efisien, karena bisa bertemu dengan beberapa orang
sekaligus pada waktu dan tempat yang sama. Membuat janji juga akan membuat Anda
bekerja lebih efektif karena secara psikologis, mental prospek akan lebih
respect dan terbuka jika sejak awal sudah disampaikan bahwa Anda ingin bertemu
untuk memberi peluang.
Jika Anda sudah
mengetahui tujuan membuat janji itu sendiri, maka Anda harus menguasai teknik
dalam membuat janji yang benar. Berikut teknik tersebut:
1. Sikap memberi peluang
Kita memposisikan diri kita sebagai
pemberi peluang, bukan sebagai orang yang meminta bantuan. Tunjukkan juga
antusiasme Anda secara professional.
2. Gunakan telepon (3-5
menit/orang)
Membuat janji akan jauh lebih mudah
jika kita tidak bertatap muka, karena ekspresi wajah kita dan lawan bicara
tidak mempengaruhi skenario saat membuat janji. Kita juga lebih mudah membatasi
pembicaraan lewat telepon, karena pembicaraan yang terlalu panjang akan banyak
menghabiskan waktu dan cenderung memadamkan rasa penasaran prospek.
3. Alasan Bicara Singkat
(ABS)
Ini merupakan teknik sederhana yang
paling manjur untuk mengkondisikan kesan tergesa-gesa (tidak banyak waktu untuk
bicara panjang lebar) sehingga prospek enggan bertanya hal-hal yang terlalu
detail.
4. Tanyakan waktu prospek
Usahakan sebelum membuat janji dengan
seseorang, Anda sudah menetapkan dua alternative waktu yang Anda miliki, jangan
lupa untuk mencocokkan dua waktu Anda sebagai alternatif jika waktu yang
pertama gagal, masih ada waktu pertemuan selanjutnya. Selain itu, Anda jug
harus mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada upline bahwa beliau bisa
membantu pada wktu tersebut. Setelah Anda mendapatkan waktu dari prospek, lalu
kemudian menentukan tempat bertemunya dimana.
5. Undang menggunakan hot
button
Kembangkan kreatifitas untuk melihat
hot button, yaitu kepentingan, latar belakang, kondisi, hobi atau potensi dari
prospek. Kemukakan hal tersebut sebagai alasan utama mengapa Anda membuat janji
dengan yang bersangkutan.
6. Jujur dan jawablah
pertanyaan dengan pertanyaan
Jangan berbohong dan jangan sebutkan
nama perusahaan, produk, jualan dan istilah sejenis MLM. Banyak pertanyaan
prospek dapat diatasi jika kita menjawabnya dengan singkat disambung dengan
pertanyaan dan diakhiri dengan ABS (Alasan Bicara Singkat).
7. Undang dua kali lipat
target dan pasangan prospek
Patikan mengundang dua kali lipat
jumlah orang yang bilang ‘Ya’ dari jumlah yang Anda harapkan hadir. Jika
prospek sudah memiliki pasangan, undanglah pasangannya agar Anda tidak harus
dua kali menjelaskan bisnis ini kepada sepasang suami-istri.
8. Konfirmasi dalam 24 jam
terakhir
Usahakan dalam 24 jam sebelum acara,
konfirmasikan kehadiran prospek agar kita bisa mengantisipasi pertemuan ‘No
Show’, dimana kita sudah datang jauh-jauh ternyata semua prospek berhalangan
hadir.
9. Lakukan ‘Role Play’
‘Role Play’ artinya kita berlatih atau
bermain peran dengan upline atau downline untuk meningkatkan kelancaran membuat
janji.
Bagaimana? Jelas bukan? Sekarang saatnya Anda mempraktekkan teknik membuat janji diatas kepada para prospek Anda, selamat mencoba!

No comments :
Post a Comment