Blog Berbagi Informasi

Friday, 8 February 2013

Sejarah Kebudayaan Islam

No comments :


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Umat Islam di Spanyol telah mencapai kejayaan yang gemilang, banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan juga dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks, terutama dalam hal kemajuan intelektual. Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa, dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks.

Spanyol adalah negeri yang subur. Kesuburan itu mendatangkan penghasilan ekonomi yang tinggi dan pada gilirannya banyak menghasilkan pemikir. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk (heterogen) yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan), al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya Arab, dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir, memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalus yang melahirkan Kebangkitan Ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol
Sejarah telah mencatat masa kegemilangan Islam ini, dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban ini tidak terjadi dengan begitu saja. Bahwa perlu diketahui ada banyak tokoh yang berjuang dan sangat berperan dibelakang layar kejayaan ini. Maka dari itu dalam makalah ini akan diangkat nama-nama tokoh yang mempunyai peran tersebut.

B.     Batasan Masalah
Dari topik yang ada, agar tidak meluas maka saya ambil batasan permasalahan sebagai berikut:
a)      Apa saja bidang keilmuan yang mengalami kemajuan?
b)      Siapa saja tokoh-tokoh yang muncul?

C.    Metode dan Sistematika Penulisan
Metode yang saya lakukan adalah dengan melakukan observasi secara literature dengan mencari referensi dari buku-buku dan media internet dan sistematika yang dibuat adalah:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : PEMBAHASAN
BAB II : PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA


BAB II

PEMBAHASAN


A.    Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Pada Bani Umayyah di Spanyol dapat dikatakan mencapai kegemilangannya dalam segala bidang. Saat itu Islam mencapai puncak kejayaannya sebelum akhirnya mengalami kemunduran. Saat Bani Umayyah menguasai Spanyol banyak muncul tokoh-tokoh yang memajukan ilmu pengetahuan, baik dalam filsafat, sastra, pengetahuan alam (sience) dan lain-lain. Adapun tokoh-tokoh tersebut sebagai berikut:

1.      Filsafat dan Sufistik
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abdurrahman (832-886 M). Atas inisiatif al-Hakam (961-976 M), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin dinasti Bani Umayyah di Spanyol ini merupakan persiapan untuk melahirkan filosof-filosof besar pada masa sesudahnya. Adapun tokoh-tokoh tersebut yang muncul, diantaranya:
1)      Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Dilahirkan di Saragossa, ia pindah ke Sevilla dan Granada. Meninggal karena keracunan di Fezzan tahun 1138 M dalam usia yang masih muda. Seperti al-Farabi dan Ibn Sina di Timur, masalah yang dikemukakannya bersifat etis dan eskatologis. Karyanya adalah Tadbir al-Mutawahhid.
2)      Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asy, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi dan filsafat. Karya filsafatnya yang sangat terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan.
3)      Ibn Rusyd dari Cordova. Ia lahir tahun 1126 M dan meninggal tahun 1198 M. Ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah-naskah Aristoteles dan kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli fiqh dengan karyanya Bidayatul- Mujtahid.
4)      Ibnu ‘Arabi (wafat 1240 M), seorang yang berfaham sufisme.

2.      Sains & Sejarah
IImu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Adapun tokoh-tokohnya sebagai berikut:
1)      Abbas ibn Famas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ialah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu.
2)      Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang.
3)      Ahmad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan.
4)      Ummul Hasan binti Abi Ja'far dan saudara perempuan al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.
5)      Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina (ahli geografi).
6)      Ibnul Khatib (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada
7)      Ibn Khaldun dari Tunisia adalah perumus filsafat sejarah. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol, yang kemudian pindah ke Afrika. Itulah sebagian nama-nama besar dalam bidang sains.
8)      Ibnu Qutaybah (wafat 977 M), seorang ahli sejarah Spanyol.
9)      Ibnu Hayyan (988-1076), ahli sejarah.
10)  Abu Ubayid al Bakri ( wafat 1094 M), ahli geografi.
11)  Al Darisi lahir 1100 M seorang ahli geografi.
12)  Abu Al Hussain bin Ahmad ( lahir 1145 M) ahli geografi
13)  Ibnu Batutah (1304-1377 M), tokoh yang melakukan perjalanan 4 kali ke Mekkah kemudian dilanjutkan ke Negeri-negeri muslim lainnya seperti: Srilangka, Bengal, Cina dan pedalaman Afrika.[1]
14)  Abu Ma’syar (al Falaki), Ia mengatakan bahwa posisi bintang-bintang berpengaruh terhadap kelahiran, kematian, dan apa saja yang terjadi dimuka bumi ini.
15)  Al Majriti (lahir 1007 M), seorang astronomi modern pada masanya.
16)  Al Zarqali (1029-1087 M), seorang astronomi & matematika.
17)  Ibnu Aflah (lahir 1140 M), seorang astronomi & matematika.
18)  Al Bitruji (lahir 1204 M) seorang astronomi & matematika.
19)  Ibnu Sab’in, ahli ilmu tanaman yang menemukan bahwa kelamin antara pohon palem dan rami berbeda dan menemukan 3 teori reproduksi tanaman, yakni: stek, persemaian benih dan yang tumbuh secara spontan.[2]
20)  Al Zahrawiy, hidup pada abad X dan seorang ahli bedah karyanya adalah Al Tasrif.
21)  Ibnu Julul (944-994 M), seorang dokter khalifah pada masanya karyanya adalah Thabaqod Al Thalib.
22)  Ibnu Al Wafid (1007-1067 M), ahli Farmakologi, seorang dokter dan ahli tumbuhan, karyanya adalah Kitab Al Wisad
23)  Ibnu Safar (wafat 1035), seorang ahli matematika dan astronomi karyanya adalah table astronomi dan astrolable.

3.      Fiqh
Dalam bidang fiqh, Spanyol Islam dikenal sebagai penganut madzhab Maliki. Adapun yang memperkenalkan madzhab ini di sana adalah:
1)      Ziyad ibn Abdurrahman.
2)      Ibn Yahya yang menjadi Qadhi pada masa Hisyam Ibn Abdurrahman.
5)      Ibn Hazm
6)      Abu Marwan (wafat 1078 M), seorang ahli fiqih, ahli Qur’an dan ahli juga dalam kedokteran.
7)      Abu al A’la (wafat 1030 M), seorang ahli hadist, ahli filsafat dan ahli diagnosa.

4.      Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokoh-tokohnya:
1)      al-Hasan Ibn Nafi' yang dijuluki Zaryab. Setiap kali diselenggarkan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai penggubah lagu. Ilmu yang dimiliknya itu diturunkan kepada anak-anaknya baik pria maupun wanita, dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.
2)      Abd Al Wahid bin Zaydan (1003-1071), beliau menggabungkan sya’ir dengan nyanyian, karyanya Muwashshah.
3)      Walladah (meninggal 1087), karyanya Jazal dengan melakukan hal yang sama dengan Abd Al Wahidin. Sehingga sampai saat ini orang-orang Kristen mengadopsinya untuk himne-himne Kristiani.
4)      Badr dan Tarif, dua orang pengrajin dari Arab yang merupakan anggota Istana dan membuat peti mayat kayu yang dilapisi perak yang berkilat dan bergambar, sampai saat ini benda tersebut masih terpelihara di altar katedral di Gerona.

5.      Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non-Islam. Bahkan, penduduk asli Spanyol menomor-duakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa. Adapun tokoh-tokoh yang telah berjasa antara lain:
1)      Ibn Sayyidih
2)      Ibn Malik pengarang Alfiyah (kitab dengan seribu bait)
3)      Ibn Khuruf
4)      Ibnul-Hajj
5)      Abu Ali al-Isybili
7)      Abu Hayyan al-Ghamathi.
8)      Ibn Abd Rabbih, penulis Al-'Iqd al-Farid & Al Aghani
9)      Ibn Bassam, penulis al-Dzakhirahji Mahasin Ahl al-Jazirah
10)  al-Fath ibn Khaqan, pengarang kitab al-Qalaid
11)  Abu Faraj al-Ashafani penulis yang tinggal di Baghdad kemudian didatangi utusan Amir Andalusia untuk memberikan naskah karangan lagu dan syair-syair al-Aghani dan menerima hadiah seribu dirham[3]
12)  Nicholas, Biarawan yang dikirim kaisar Constantinus atas permintaan Abdurrahman III untuk mengajarkan bahasa Yunani di Codova. [4]
13)  Al Qali (901-967 M) seorang profesor Universitas Cordova kelahiran Amenia yang belajar di Baghdad, ahli tata bahasa & leksikografi.
14)  Muhammad bin Hasan AlZubaydi (928-989), murid Al Qali yang mewarisi dan meneruskan keahlian gurunya.
15)  ‘Ali bin Hazm (terkenal dengan nama Ibnu Hazm), penulis sya’ir cinta berjudul Tawq Al Hamamah.[5]

  

BAB III

PENUTUP


A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa Islam pada masa Bani Umayyah menguasai Spanyol tidak hanya kejayaan berupa kekuasaan yang mencapai puncaknya, disisi lain pintu kejayaan ini merupakan sebuah gerbang yang terbuka lebar untuk kemajuan dalam bidang pengetahuan dan intelektual didunia Islam yang ditandai oleh banyaknya tokoh-tokoh yang bermunculan sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.



DAFTAR PUSTAKA


M.Ag., H.M. Syatiri Sofyan Lc. 1998. Sejarah Peradaban Islam. Bogor. Universitas Ibn Khladun.
Bastori, Hepi Andi. Sejarah Para Khalifah.
www.scribd.com. Sejarah Peradaban dan Pemikiran pada Masa Bani Umayyah
ichsanmufti.wordpress.com/.../sejarah-perkembangan-sastra-arab-dinasti-bani-umayyah/



[1] Hitti, 1970:569
[2] Hitti, 1970:574
[3] Muhyiddin Al Khayyath dalam kitabnya Durus Tarikh Al Islami
[4] Qadir, 1989 : 41
[5] Khan, 1980:94

No comments :

Post a Comment