Akhir-akhir ini BBM
menjadi hantu bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Pemerintah
resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bulan April mendatang
sebesar Rp.1.500/liter, sehingga harga jual premium dan solar melonjak dari
Rp.4.500/liter menjadi Rp.6.000/liter (Metro, edisi Rabu, 7 Maret 2012)
Kenaikan harga BBM
ini tentu akan berdampak pada yang lainnya, seperti tarif angkutan umum yang
dikabarkan akan naik 30-35%. “Kami mengambil ancang-ancang untuk menaikkan
tarif angkutan sebesar 30 persen sampai 35 persen, jika memang pemerintah
memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi”, kata Koordinator Daerah Wilayah III
Organda Jabar (Organisasi Angkutan Darat Jawa Barat) di Koran Pikiran Rakyat
edisi Senin, 5 Maret 2012.
Ketakutan terhadap
dampak dari naiknya harga BBM tidak hanya dirasakan oleh masyarakat tetapi juga
oleh pemerintah. Pemerintah siap menurunkan tenaga Militer jika terjadi aksi
protes dan segala bentuk makar masyarakat seperti di isukan akhir-akhir ini.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (MenPolhukam) Djoko Suyanto mengaku
tidak khawatir dengan isu makar. Isu
yang menyebutkan akan menggulingkan pemerintahan Presiden SBY lewat demo
besar-besaran menolak kenaikkan BBM bersubsidi. (dikutip dari Koran Pikiran
Rakyat edisi Senin, 6 Maret 2012).
Kenaikkan BBM
biasanya diiringi juga oleh kelangkaan BBM akibat ulah nakal orang-orang yang
mengambil untung sepihak. Banyak minyak yang ditimbun agar dapat meraup untung
besar karena harganya yang selangit. Disebutkan dalam KOMPAS edisi Kamis, 8
Maret 2012 bahwa para penimbun BBM akan ditangkap dan ditindak tegas serta
diadili. Saat ini naiknya permintaan BBM sudah terasa diberbagai tempat di
Indonesia karena detik-detik kenaikan harga BBM sudah semakin dekat. Diduga
lonjakan ini terjadi akibat adanya aksi penimbunan (KOMPAS, edisi Jum’at, 9
Maret 2012).
Arini Kurnia &
Siti Jamilah
No comments :
Post a Comment