BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah gerakan dakwah
yang sistematis tentunya mempunyai manajemen dalam tiap pergerakannya sebagai
salah satu cara agar dakwah dikatakan sukses. Muhammadiyah adalah salah satu
organisasi yang bergerak dalam dakwah Islam. Sudah tentu ada sistem yang memenej
gerakan dakwahnya. Maka, makalah ini ditulis untuk membahas lebih lanjut
tentang sistem yang memenej gerakan dakwahnya.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
·
Agar dapat mengetahui bagaimana sistem manajemen
dakwah dalam organisasi Muhammadiyah
·
Dapat mengetahui sejarah dari organisasi
Muhammadiyah
·
Sebagai pemenuhan tugas UAS mata kuliah
Manajemen Dakwah
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
yang dijadikan sebagai batasan dari pembahasan adalah sebagai berikut:
·
Bagaimana sejarah berdirinya Muhammadiyah?
·
Bagaimana pergerakan dakwah Muhammadiyah?
·
Permasalahan apakah yang menjadi ranah dakwah
Muhammadiyah?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Muhammadiyah
1. Sejarah
Organisasi Muhammadiyah didirikan pada tahun 1905 oleh KH.
Ahmad Dahlan. Kemudian pada tahun 1911 beliau mengawali pergerakannya dengan
mendirikan “Sekolah Muhammadiyah” sebagai tempat persemaian pertama dari
bibit-bibit pembaharuan Islam di Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 8
Dzulhijah 1330 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 beliau secara
resmi mendirikan Gerakan Muhammadiyah.
2. Arti Gerakan Muhammadiyah
Secara bahasa, Muhammadiyah berasal dari bahasa Arab
“Muhammad” yaitu nama Nabi dan Rosul Allah yang terakhir, kemudian mendapat
tambahan “yah” nisbiyah yang artinya menjeniskan. Muhammadiyah berarti “Umat
Muhammad saw” atau “pengikut Muhammad saw.” Sedangkan secara Istilah
Muhammadiyah adalah gerakan Islam, yang berdakwah amar ma’ruf nahi munkar,
berakidah Islam dan berpegang teguh pada sumber hukum Islam yakni al Qur’an dan
sunnah.
Gerakan dakwah ini diberi nama Muhammadiyah dengan maksud
bertafaul (berpengharapan yang baik), berharap gerakan ini dapat mencontoh
jejak perjuangan dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam
semata-mata terwujudnya izzul Islam walmuslimin, yakni kejayaan Islam sebagai
cita-cita dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai realitas.
3. Latar Belakang Beridirinya Muhammadiyah
Ada dua faktor yang melatarbelakangi berdirinya gerakan
Muhammadiyah, yakni:
a.
Faktor Subjektif
Faktor ini antara
lain dalam rangka melaksanakan firman Allah QS. An-Nisa ayat 82, QS. Muhammad
ayat 24 dan QS. Ali Imran ayat 104. Yang mana KH. Ahmad Dahlan memahami ayat
tersebut sebagai sebuah seruan sehingga hatiny tergerak untuk membangun sebuah
perkumpulan yang teratur dan rapi untuk berkhidmad dalam melakukan dakwah Islam
amar ma’ruf nahi munkar ditengah masyarakat luas.
b.
Faktor Objektif
Faktor ini terbagi
lagi menjadi 2 bagian , yakni:
o
Objektif Internal, adalah adanya ketidak murnian
dalam amalan Islam yang berakibat tidak dijadikannya al Qur’an dan sunnah
sebagai satu-satunya rujukan oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia dan
lembaga pendidikan yang dimiliki umat Islam dianggap belum mampu menyiapkan
generasi yang siap mengemban misi “Khalifah Allah di bumi”.
o
Objektif Ekternal, adalah semakin meningkatnya
gerakan kristenisasi di tengah masyarakat Indonesia sebagai akibat dari
pentrasi bangsa Eropa, terutama bangsa Belanda ke Indonesia. Hal inilah yang
kemudian berpengaruh terhadap gerakan pembaharuan dalam dunia Islam.
4. Makna Lambang Muhammadiyah
![]() |
| Logo Muhammadiyah |
a.
Matahari yang memancar
Matahari adalah
titik pusat dari semua planet. Matahari merupakan benda langit yang memiliki
kekuatan dari dirinya sendiri dengan memancarkan sinar yang sangat berguna bagi
kehidupan di bumi.
b.
Dua kalimat syahadat
Ini merupakan
gambaran dari ajaran Islam dan sunnah yang berarti kehidupan ruhaniyah yang
tercantum dalam QS. Al Anfal ayat 24.
c.
12 sinar yang memancar
Ini mengibaratkan
tekad dan semangat perjuangan Islam ditenga-tengah masyarakat, seperti tekad
dan semangat pantang mundur kaum Hawari, yakni sahabat Nabi Isa as. Yang
berjumlah 12 orang dalam QS. As Shaf ayat 14.
5. Paradigma
Gerakan Muhammadiyah menanamkan pemahaman bahwa “Islam adalah
agama amal”, hal ini menerangkan bahwa Islam sangat menekankan pada hal-hal
yang bersifat pengalaman dan pengamalan Islam dalam kehidupan nyata. Ini
dikarenakan banyak orang yang berilmu tetapi tidak mau mengamalkannya.
6. Visi
dan Misi
Gerakan Muhammadiyah memiliki visi “Menegakkan dan menjunjung
tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang di
ridhoi Allah swt”.
Adapun misi yang dibawa gerakan Muhammadiyah adalah sebagai
berikut:
o
Membuat dan mengupayakan agar Islam tetap tegak
dan tidak condong apalagi sampai roboh.
o
Membawa Islam atas segala-galanya.
o
Agama Islam sebagai hidayah dan rahmat Allah
kepada umat Islam hingga akhir zaman serta menjamin kesejahteraan hakiki
duniawi dan ukhrowi.
o
Mewujudkan masyarakat yang mengejar keutamaan
dan kemaslahatan untuk kepentingan hidup umat manusia.
o
Mencetak masyarakat yang selalu ta’dzim terhadap
Allah, mengindahkan dengan penuh keikhlasan terhadap ajaran-ajaran-Nya yang
memiliki martabat ahsanu taqwim (sebaik-baiknya ciptaan).
o
Menciptakan kondisi masyarkat yang positif dari
aspek batiniah dan aspek lahiriah.
o
Mengupayakan terciptanya keadilan dan kemakmuran
masyrakat semata-mata mencari keridhoan Allah swt.
7. Tantangan
Adapun tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Muhammadiyah ini
adalah sebagai berikut:
o
Memurnikan tauhid dan ibadah dalam Islam
o
Meniadakan kebiasaan yang merupakan peninggalan
dari adat Hindu-Budha.
o
Menghilangkan tradisi keagamaan yang tumbuh dari
kepercayaan Islam.
o
Muhammadiyah harus membuktikan secara teoritis
konsepsional, secara operasional dan secara konkret riil bahwa Islam mampu
mengatur masyarakat dalam Negara RI yang berpancasila dan UUD ’45 menjadi
masyarakat yang adil dan makmur sejahtera, bahagia material dan spiritual yang
diridhoi Allah.
o
Gerakan dakwah Islam yang beramal disegala
bidang kehidupan dan tidak merupakan afiliasi dari suatu partai politik atau
organisasi apapun.
8. Program Utama
Berikut ini adalah program utama yang dilakukan Gerakan
Muhammadiyah:
o
Membentuk Majelis Tarjih (tahun 1927).
o
Membantu terbentuknya Departemen Agama RI.
o
Menyusun rumusan tentang “Matan Keyakinan dan
Cita-cita Hidup Muhammadiyah”.
o
Mendirikan Majelis Tabligh.
o
Mendirikan Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan
Menengah).
o
Mendirikan Majelis Wakaf dan Keharta Bendaan.
o
Mendirikan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian
dan Pengembangan (DIKTILITBANG).
o
Mendirikan Majelis Pembina Kesejahteraan Umat
(PKU).
o
Mendirikan Majelis Pembina Ekonomi.
o
Mendirikan Majelis Pustaka.
9. Pembiayaan
Adapun gerakan dakwah Muhammadiyah mendapatkan dana dari
beberpa sumber sebagai berikut:
o
Uang pangkal, iuran dan sokongan.
o
Zakat, derma dan wasiat.
o
Hasil hak miliki dan wakaf persyarikatan.
o
Sumber-summber lain yang hala dan sah.
10. Program Aksi
Ada beberapa program yang telah dilaksanakan Gerakan
Muhammadiyah, diantaranya ialah:
o
Memberikan tuntunan dan pedoman dalam bidang
ubudiyah sesuai dengan contoh yang diberikan Rosulullah.
o
Memberikan pedoman dalam penentuan ibadah puasa
dan Hari Raya dengan perhitungan “hisab” atau astronomi.
o
Mendirikan mushala khusus bagi kaum wanita.
o
Melaksanakan dan mensponsori pengeluaran zakat
pertanian, perikanan dan hasil perkebunan, serta mengatur pengumpulan dan
pembagian zakat.
o
Memberikan fatwa dan tuntunan dalam bidang
keluarga sejahtera dan keluarga berencana.
o
Penanaman kesadaran dan kenikmatan beragama,
beramal dan berorganisasi.
o
Mendirikan sekolah (madrasah) dengan memasukkan
ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum di dalamnya.
o
Membangun rumah sakit modern, lengkap dengan
segala peralatannya, membangun balai pengobatan, rumah bersalin, apotik, dll.
o
Mendirikan panti asuhan anak yatim putra dan
putrid.
o
Mendirikan perusahaan, percetakan, penerbitan
dan toko buku.
o
Perusahaan dana hari tua, yaitu dana yang
diberikan pada saat seseorang tidak lagi bisa bekerja karena usia lanjut.
o
Memberikan, membimbing dan memberikan penyuluhan
keluarga mengenai hidup sepanjang tuntunan Illahi.
11. Struktur Organisasi
a.
Pusat:
ü
Susunan teratas
ü
Ikatan kesatuan wilayah-wilayah
ü
Minimal 3 buah wilayah
ü
Mempunyai amal usaha yang nyata
b.
Wilayah:
ü
Diatas daerah
ü
Ikatan kesatuan daerah-daerah
ü
Minimal 3 buah daerah
ü
Mempunyai amal usaha yang nyata
c.
Daerah:
ü
Diatas cabang
ü
Ikatan kesatuan cabang
ü
Minimal 3 buah cabang
ü
Mempunyai amal usaha yang nyata
d.
Cabang:
ü
Diatas ranting
ü
Ikatan kesatuan ranting
ü
Minimal 3 buah ranting
ü
Mempunyai amal usaha yang nyata
e.
Ranting:
ü
Organisasi terbawah
ü
Merupakan ikatan kesatuan anggota
ü
Minimal 15 orang anggota
ü
Mempunyai amal usaha yang nyata
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah kita membaca
penjelasan diatas, maka kita dapat mengetahui sejarah awal berdirinya Gerakan
Muhammadiyah serta apa saja yang melatarbelakanginya. Gerakan Muhammadiyah
berdiri diatas tujuan dan cita-cita yang mulia, meskipun pada perkembangannya ada
beberapa pergerakannya yang mengalami pergeseran makna. Semoga saja orang-orang
yang terlibat dalam Gerakan Muhammadiyah saat ini dapat meninjau ulang tujuan
didirikannya gerakan ini, sehingga mereka bisa mengevaluasi kemudian kembali
pada treknya semula.

No comments :
Post a Comment