Blog Berbagi Informasi

Friday, 1 February 2013

Manajemen Dakwah

No comments :


BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Sebuah gerakan dakwah yang sistematis tentunya mempunyai manajemen dalam tiap pergerakannya sebagai salah satu cara agar dakwah dikatakan sukses. Muhammadiyah adalah salah satu organisasi yang bergerak dalam dakwah Islam. Sudah tentu ada sistem yang memenej gerakan dakwahnya. Maka, makalah ini ditulis untuk membahas lebih lanjut tentang sistem yang memenej gerakan dakwahnya.

B.     Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
·         Agar dapat mengetahui bagaimana sistem manajemen dakwah dalam organisasi Muhammadiyah
·         Dapat mengetahui sejarah dari organisasi Muhammadiyah
·         Sebagai pemenuhan tugas UAS mata kuliah Manajemen Dakwah

C.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dijadikan sebagai batasan dari pembahasan adalah sebagai berikut:
·         Bagaimana sejarah berdirinya Muhammadiyah?
·         Bagaimana pergerakan dakwah Muhammadiyah?
·         Permasalahan apakah yang menjadi ranah dakwah Muhammadiyah?



BAB II

PEMBAHASAN


A.     Muhammadiyah

1.      Sejarah
Organisasi Muhammadiyah didirikan pada tahun 1905 oleh KH. Ahmad Dahlan. Kemudian pada tahun 1911 beliau mengawali pergerakannya dengan mendirikan “Sekolah Muhammadiyah” sebagai tempat persemaian pertama dari bibit-bibit pembaharuan Islam di Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 beliau secara resmi mendirikan Gerakan Muhammadiyah.

2.      Arti Gerakan Muhammadiyah
Secara bahasa, Muhammadiyah berasal dari bahasa Arab “Muhammad” yaitu nama Nabi dan Rosul Allah yang terakhir, kemudian mendapat tambahan “yah” nisbiyah yang artinya menjeniskan. Muhammadiyah berarti “Umat Muhammad saw” atau “pengikut Muhammad saw.” Sedangkan secara Istilah Muhammadiyah adalah gerakan Islam, yang berdakwah amar ma’ruf nahi munkar, berakidah Islam dan berpegang teguh pada sumber hukum Islam yakni al Qur’an dan sunnah.
Gerakan dakwah ini diberi nama Muhammadiyah dengan maksud bertafaul (berpengharapan yang baik), berharap gerakan ini dapat mencontoh jejak perjuangan dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam semata-mata terwujudnya izzul Islam walmuslimin, yakni kejayaan Islam sebagai cita-cita dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai realitas.

3.      Latar Belakang Beridirinya Muhammadiyah
Ada dua faktor yang melatarbelakangi berdirinya gerakan Muhammadiyah, yakni:
a.       Faktor Subjektif
Faktor ini antara lain dalam rangka melaksanakan firman Allah QS. An-Nisa ayat 82, QS. Muhammad ayat 24 dan QS. Ali Imran ayat 104. Yang mana KH. Ahmad Dahlan memahami ayat tersebut sebagai sebuah seruan sehingga hatiny tergerak untuk membangun sebuah perkumpulan yang teratur dan rapi untuk berkhidmad dalam melakukan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar ditengah masyarakat luas.

b.      Faktor Objektif
Faktor ini terbagi lagi menjadi 2 bagian , yakni:
o   Objektif Internal, adalah adanya ketidak murnian dalam amalan Islam yang berakibat tidak dijadikannya al Qur’an dan sunnah sebagai satu-satunya rujukan oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia dan lembaga pendidikan yang dimiliki umat Islam dianggap belum mampu menyiapkan generasi yang siap mengemban misi “Khalifah Allah di bumi”.
o   Objektif Ekternal, adalah semakin meningkatnya gerakan kristenisasi di tengah masyarakat Indonesia sebagai akibat dari pentrasi bangsa Eropa, terutama bangsa Belanda ke Indonesia. Hal inilah yang kemudian berpengaruh terhadap gerakan pembaharuan dalam dunia Islam.

4.      Makna Lambang Muhammadiyah
Logo Muhammadiyah
a.       Matahari yang memancar
Matahari adalah titik pusat dari semua planet. Matahari merupakan benda langit yang memiliki kekuatan dari dirinya sendiri dengan memancarkan sinar yang sangat berguna bagi kehidupan di bumi.
b.      Dua kalimat syahadat
Ini merupakan gambaran dari ajaran Islam dan sunnah yang berarti kehidupan ruhaniyah yang tercantum dalam QS. Al Anfal ayat 24.
c.       12 sinar yang memancar
Ini mengibaratkan tekad dan semangat perjuangan Islam ditenga-tengah masyarakat, seperti tekad dan semangat pantang mundur kaum Hawari, yakni sahabat Nabi Isa as. Yang berjumlah 12 orang dalam QS. As Shaf ayat 14.

5.      Paradigma
Gerakan Muhammadiyah menanamkan pemahaman bahwa “Islam adalah agama amal”, hal ini menerangkan bahwa Islam sangat menekankan pada hal-hal yang bersifat pengalaman dan pengamalan Islam dalam kehidupan nyata. Ini dikarenakan banyak orang yang berilmu tetapi tidak mau mengamalkannya.

6.       Visi dan Misi
Gerakan Muhammadiyah memiliki visi “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang di ridhoi Allah swt”.
Adapun misi yang dibawa gerakan Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
o   Membuat dan mengupayakan agar Islam tetap tegak dan tidak condong apalagi sampai roboh.
o   Membawa Islam atas segala-galanya.
o   Agama Islam sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat Islam hingga akhir zaman serta menjamin kesejahteraan hakiki duniawi dan ukhrowi.
o   Mewujudkan masyarakat yang mengejar keutamaan dan kemaslahatan untuk kepentingan hidup umat manusia.
o   Mencetak masyarakat yang selalu ta’dzim terhadap Allah, mengindahkan dengan penuh keikhlasan terhadap ajaran-ajaran-Nya yang memiliki martabat ahsanu taqwim (sebaik-baiknya ciptaan).
o   Menciptakan kondisi masyarkat yang positif dari aspek batiniah dan aspek lahiriah.
o   Mengupayakan terciptanya keadilan dan kemakmuran masyrakat semata-mata mencari keridhoan Allah swt.

7.      Tantangan
Adapun tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Muhammadiyah ini adalah sebagai berikut:
o   Memurnikan tauhid dan ibadah dalam Islam
o   Meniadakan kebiasaan yang merupakan peninggalan dari adat Hindu-Budha.
o   Menghilangkan tradisi keagamaan yang tumbuh dari kepercayaan Islam.
o   Muhammadiyah harus membuktikan secara teoritis konsepsional, secara operasional dan secara konkret riil bahwa Islam mampu mengatur masyarakat dalam Negara RI yang berpancasila dan UUD ’45 menjadi masyarakat yang adil dan makmur sejahtera, bahagia material dan spiritual yang diridhoi Allah.
o   Gerakan dakwah Islam yang beramal disegala bidang kehidupan dan tidak merupakan afiliasi dari suatu partai politik atau organisasi apapun.

8.      Program Utama
Berikut ini adalah program utama yang dilakukan Gerakan Muhammadiyah:
o   Membentuk Majelis Tarjih (tahun 1927).
o   Membantu terbentuknya Departemen Agama RI.
o   Menyusun rumusan tentang “Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah”.
o   Mendirikan Majelis Tabligh.
o   Mendirikan Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah).
o   Mendirikan Majelis Wakaf dan Keharta Bendaan.
o   Mendirikan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (DIKTILITBANG).
o   Mendirikan Majelis Pembina Kesejahteraan Umat (PKU).
o   Mendirikan Majelis Pembina Ekonomi.
o   Mendirikan Majelis Pustaka.

9.      Pembiayaan
Adapun gerakan dakwah Muhammadiyah mendapatkan dana dari beberpa sumber sebagai berikut:
o   Uang pangkal, iuran dan sokongan.
o   Zakat, derma dan wasiat.
o   Hasil hak miliki dan wakaf persyarikatan.
o   Sumber-summber lain yang hala dan sah.

10.  Program Aksi
Ada beberapa program yang telah dilaksanakan Gerakan Muhammadiyah, diantaranya ialah:
o   Memberikan tuntunan dan pedoman dalam bidang ubudiyah sesuai dengan contoh yang diberikan Rosulullah.
o   Memberikan pedoman dalam penentuan ibadah puasa dan Hari Raya dengan perhitungan “hisab” atau astronomi.
o   Mendirikan mushala khusus bagi kaum wanita.
o   Melaksanakan dan mensponsori pengeluaran zakat pertanian, perikanan dan hasil perkebunan, serta mengatur pengumpulan dan pembagian zakat.
o   Memberikan fatwa dan tuntunan dalam bidang keluarga sejahtera dan keluarga berencana.
o   Penanaman kesadaran dan kenikmatan beragama, beramal dan berorganisasi.
o   Mendirikan sekolah (madrasah) dengan memasukkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum di dalamnya.
o   Membangun rumah sakit modern, lengkap dengan segala peralatannya, membangun balai pengobatan, rumah bersalin, apotik, dll.
o   Mendirikan panti asuhan anak yatim putra dan putrid.
o   Mendirikan perusahaan, percetakan, penerbitan dan toko buku.
o   Perusahaan dana hari tua, yaitu dana yang diberikan pada saat seseorang tidak lagi bisa bekerja karena usia lanjut.
o   Memberikan, membimbing dan memberikan penyuluhan keluarga mengenai hidup sepanjang tuntunan Illahi.

11.  Struktur Organisasi
a.       Pusat:
ü  Susunan teratas
ü  Ikatan kesatuan wilayah-wilayah
ü  Minimal 3 buah wilayah
ü  Mempunyai amal usaha yang nyata

b.      Wilayah:
ü  Diatas daerah
ü  Ikatan kesatuan daerah-daerah
ü  Minimal 3 buah daerah
ü  Mempunyai amal usaha yang nyata

c.       Daerah:
ü  Diatas cabang
ü  Ikatan kesatuan cabang
ü  Minimal 3 buah cabang
ü  Mempunyai amal usaha yang nyata

d.      Cabang:
ü  Diatas ranting
ü  Ikatan kesatuan ranting
ü  Minimal 3 buah ranting
ü  Mempunyai amal usaha yang nyata

e.       Ranting:
ü  Organisasi terbawah
ü  Merupakan ikatan kesatuan anggota
ü  Minimal 15 orang anggota
ü  Mempunyai amal usaha yang nyata



BAB III

PENUTUP


A.     Kesimpulan

Setelah kita membaca penjelasan diatas, maka kita dapat mengetahui sejarah awal berdirinya Gerakan Muhammadiyah serta apa saja yang melatarbelakanginya. Gerakan Muhammadiyah berdiri diatas tujuan dan cita-cita yang mulia, meskipun pada perkembangannya ada beberapa pergerakannya yang mengalami pergeseran makna. Semoga saja orang-orang yang terlibat dalam Gerakan Muhammadiyah saat ini dapat meninjau ulang tujuan didirikannya gerakan ini, sehingga mereka bisa mengevaluasi kemudian kembali pada treknya semula.

No comments :

Post a Comment