ANALISIS RADIO KOMUNITAS
KOMUNITAS RADIO ONLINE “DeadMediaFM”
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semakin hari kemajuan
tekhnologi semakin pesat dengan didukung disiplin ilmu yang semakin banyak
didalami dan dikuasai manusia. Kreativitas individu juga ikut mendukung
terjadinya kemajuan pesat di bidang teknologi. Sebagai contoh, banyaknya
terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi yang dibuat oleh para individu maupun
kelompok.
Salah satu contoh
dari sekian banya terobosan dan inovasi tersebut adalah adanya radio komunitas
dibidang teknologi yang didukung oleh disiplin ilmu public relation dan
komunikasi. Hal ini adalah cara baru sekelompok orang yang berkumpul kemudian
berinteraksi dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Tentunya hal ini banyak
menarik minat dan perhatian orang lain sehingga mereka tertarik dan ikut
berinteraksi serta terlibat didalamnya.
Fenomena komunitas sekarang memang amat sangat mendominasi para generasi muda khususnya. Dinilai dari sisi positifnya, komunitas ini memang banyak memberikan kontribusi akan kreatifitas generasi muda saat ini. Dimana mereka berkumpul, berinteraksi, saling bertukar fikiran, memecahkan permasalahan, mencari solusi, dan bergerak bersama-sama. Ketika mereka berkumpul maka pemikiran mereka yang heterogen menyebabkan mereka saling melengkapi satu sama lain, sehingga tidak aneh jika perkumpulan mereka menghasilkan terobosan dan inovasi baru.
Maraknya kemajuan teknologi dan gandrungnya generasi muda saat ini pada dunia internet membuat beberapa komunitas yang fokus terhadap dunia komunikasi atau public relation memilih jalur pembuatan radio online. Dimana mereka bisa membuat produksi siaran dengan lebih mudah dan murah. Komunitas radio online “DeadMediaFM” inilah yang kemudian akan saya bahas dalam tulisan ini. Sebab, menurut saya fenomena ini menarik untuk dibahas lebih lanjut karena menjadi terobosan masa kini yang dibuat oleh generasi muda yang kreatif.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1)
Dapat mengetahui peran PR dalam komunitas radio online
“DeadMediaFM”
2) Dapat mengetahui sejauh mana peran PR berpengaruh
terhadap radio komuitas “DeadMediaFM”
3)
Dapat mengetahui seberapa penting PR dalam radio
komunitas “DeadMediaFM”
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
yang saya buat untuk membatasi pembasan ini adalah sebagai berikut:
1)
Apakah yang dimaksud dengan radio komunitas?
2)
Apa itu komunitas radio online “DeadMediaFM”?
3)
Bagaimana peran PR dalam komuntias radio online “DeadMediaFM”?
D. Manfaat Penulisan
Penulis berharap
dengan adanya tulisan ini maka pembaca dapat memahami bagaimana kerja atau
peran PR dalam sebuah komunitas radio online yang saat ini mulai menjamur di
Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Komunitas Radio
Radio komunitas adalah stasiun siaran radio
yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh
sebuah komunitas.
Pelaksana penyiaran (seperti radio) komunitas disebut sebagai lembaga penyiaran
komunitas. Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio
pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah "dari,
oleh, untuk dan tentang komunitas".[1]
Pengelolaan radio komunitas memperhatikan aspek keterlibatan warga atau komunitas. Tujuan kegiatan penyiaran di radio komunitas melayani kebutuhan informasi warganya sehingga keterlibatan mereka dalam merumuskan program sangat penting. Radio komunitas menyajikan tema-tema yang dibutuhkan warga setempat, acapkali bahasa yang digunakan oleh penyiar mengikuti dialek lokal dan kebiasaan berbicara setempat.
Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.
Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam oraganisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (JIRAK CELEBES), Forum Radio Kampus Bandung, dan lain-lain. Sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah banyak dibangun komunitas radio online di internet. Salah satu diantaranya adalah komunitas radio online “DeadMediaFM”.
B. Komunitas Radio Online “DeadMediaFM”
1. Biografi
Berawal dari komunitas yang menaruh minat besar pada
perkembangan dunia musik, DeadMediaFM berdiri pada bulan Januari 2007 sebagai
salah satu situs web podcast (product
broadcast) pertama di Indonesia. Melalui media internet, DeadMediaFM mendokumentasikan
gerakan musik indie lokal, nasional, dan internasional dengan menyajikan materi
berupa lagu, wawancara, informasi, serta video live performance yang dapat
didownload secara gratis oleh siapa saja.
Konsep podcast yang dipakai maksudnya adalah bahwa
bahan-bahan tersebut dalam format audio, image, dan video yang kemudian
terangkum dalam bentuk episode (volume) dan dapat di-download secara gratis
oleh seluruh pengakses internet. Sejak berdirinya hingga sekarang, DMFM (DeadMediaFM) tetap mengedepankan visi
dan misi D.I.Y gerylia, dalam arti berkreasi menciptakan sebuah arti dengan
segala kemampuan yang ada.
DeadMediaFM adalah sebuah stasiun radio online yang dikelola
secara independen oleh sebuah komunitas berbasis di Yogyakarta. Stasiun radio ini
menyajikan musik lokal maupun internasional dan beroperasi melalui alamat situs
www.deadmediafm.org. DeadMediaFM
sendiri menyajikan program-program berupa podcast, videocast, dan live stream
yang berhubungan dengan aktifitas musik lokal terutama di Yogyakarta. Hingga
saat ini, DeadMediaFM merupakan salah satu online radio di Indonesia
yang masih aktif di bidang musik alternatif.
DeadMediaFM.org adalah salah satu wadah media dari sekian
banyak media independen. Melalui media internet, DeadMediaFM mendokumentasikan
gerakan musik cutting-edge lokal, nasional, dan internasional dengan menyajikan
materi lagu, wawancara, informasi, serta video live performance yang dapat
diunduh secara gratis oleh siapa saja.
![]() |
| DeadMediaFM merupakan stasiun radio online dengan konsep "free form" yaitu konsep siaran bebas tanpa aturan sesuai dengan personality dan interest masing masing penyiar |
![]() |
| Menjadi narasumber di seminar tentang podcast di London School of Public Relation |
![]() |
| Sesi siaran bersama Adit dan Eka |
![]() |
| Sesi wawancara dengan The Milo |
![]() |
| Sesi siaran "Fakin Malam Fakin asshol" bersama Hamam Firdaus |
2. Sejarah
DeadMediaFM dimulai pada awal tahun 2007 oleh sekelompok
mahasiswa dari universitas yang berbeda di Yogyakarta. Para pendirinya yaitu
Eka Jayani Ayuningtyas (Eka), Muhammad Ridho (Edo), Ignatius Aditya (Adit) dan
Budi Prakosa (Iyok) berkenalan melalui situs jejaring sosial dan mempunyai
ketertarikan yang sama pada musik bersifat alternatif. Mereka kemudian
bersama-sama mendirikan DeadMediaFM yang berfokus pada pemusik yang tergolong
baru, ataupun mempunyai kualitas baik namun tidak terekspos oleh media
mainstream.
Pada awalnya DeadMediaFM hanya menyediakan podcast yang
berupa liputan aktifitas musik dan wawancara pelaku musik di Indonesia. Pada
bulan Juni 2007, mereka mulai melakukan siaran langsung dari tempat mereka
berkumpul maupun dari kamar mereka sendiri. Pada bulan November 2007, mereka
menggelar acara Dead Cover Version bersama
komunitas lokal dan musisi-musisi lokal di Indonesia. Acara tersebut merupakan
acara launching DeadMediaFM.
Di bulan Januari 2008, DeadMediaFM meluncurkan situs LEAKR, yang merupakan
search engine yang tujuan awalnya berguna untuk mencari file musik unduhan
untuk materi siaran mereka. Fungsi LEAKR kemudian berkembang sehingga dapat
digunakan untuk mencari file unduhan e-book, film, software dan video yang
bersifat gratis baik itu baik itu bajakan maupun tidak. Seiring dengan
berkembangnya jumlah pengguna LEAKR, Google memblokir situs ini pada Desember
2008. LEAKR kembali beroperasional pada Januari 2009, hingga diblokir oleh
penyedia web-hosting pada Oktober 2010 dengan alasan pelanggaran Hak Cipta.
Pada awal Tahun 2011, LEAKR berpindah hosting dan berganti nama menjadi FORK yang kemudian masih
aktif hingga saat ini.
![]() |
| Search engine "leakr" dibuat awal 2008 kemudian berubah nama menjadi "fork" akhir 2009 |
3. Podcast dan Streaming Radio
a)
Podcast
Podcast adalah
file media digital yang
dapat diunduh dan didengarkan di
komputer atau music player (audio/video).Dapat
dikatakan, podcast adalah pengembangan konsep radio yang beradaptasi dengan perkembangan
jaman. Podcast dapat didengarkan di music player apapun (yang pada umumnya
berukuran semakin
kecil, bermuatan besar, mudah
dibawa) atau
komputer dengan software musik
apapun, di kota atau negara manapun (tidak bergantung transmisi
sinyal). Dapat diunduh secara
otomatis, dapat didengarkan sambil mengerjakan
hal
lain, sehingga tidak menyita tenaga
serta waktu.
b)
Streaming Radio
Sedangkan
streaming adalah proses penghantaran suara atau video dari komputer ke internet
secara langsung, sehingga khalayak dapat mendengarkan siaran radio dan
menyaksikan video. Dengan kata lain, apa yang dihantarkan ke internet saat itu,
maka itulah yang didengar atau disaksikan khalayak. Sementara itu, podcast
adalah suatu bentuk file digital yang diupload ke internet, sehingga khalayak
dapat menyaksikannya dengan mengunduh atau memutar file saja.Dalam kata lain
streaming adalah 'siaran langsung' dan podcast adalah 'siaran tidak langsung'.
c)
Software
![]() |
| Proses produksi siaran radio “DeadMediaFM” secara online. |
![]() |
| Logo software liquidsoap yang digunakan oleh Komunitas Radio Online “DeadMediaFM”. DeadMediaFM menggunakan perangkat lunak sumber terbuka liquidsoap untuk otomasi radio online sejak tahun 2008. |
4. Relasi Dengan HONF
HONF (The House Of
Natural Fiber) adalah komunitas seni di dunia internet. Komunitas ini didirikan
pada tahun 1999 oleh sekelompok mahasiswa Intistitut Seni Indonesia (ISI).
Komunitas ini tidak memiliki anggota tetap sebab mereka berbentuk komunitas
terbuka. Komunitas ini hanya memiliki pengurus yang memegang kendali dari
setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas ini. Meskipun begitu kommunitas
ini aktif dalam setiap kegiatan memajukan seni Indonesia.
Pada bulan Desember 2008, beberapa anggota DeadMediaFM
berpartisipasi dalam program VJ School di Yogyakarta International Videoworks
Festival 2009 yang diselenggarakan oleh HONF. Dalam program
tersebut, DeadMediaFM diwakili oleh Budi Prakosa dan Ignatius Aditya bertukar
pengalaman mereka dalam penggunaan software VVVV dan Arduino dengan VJ-VJ
lainnya.
Pada bulan Maret 2009, seiring dengan penyelenggaraan breakcore_LABS
0.2 - Pork Eat Pork, DeadMediaFM berkolaborasi bersama HONF dalam
pelaksanaan streaming audiovisual acara tersebut secara langsung. Kolaborasi
ini berlanjut dalam penyelenggaraan acara breakcore_LABS
dan juga program-program HONF lainnya. Karena sinergi yang saling mengisi dan
mendukung, DeadMediaFM secara tidak langsung telah bergabung bersama HONF.
DeadMediaFM aktif bersama HONF dalam melaksanakan program-program bersifat
edukatif dan secara spesifik berfokus pada pengembangan program Media yang merupakan
bagian dari Education
Focus Program (EFP) dari HONF.
Semenjak Oktober 2009, DeadMediaFM berbagi markas dengan HONF
di Jl. Wora Wari A80/6 Baciro. Hampir seluruh sesi siaran DeadMediaFM
dilangsungkan disini walaupun masih terdapat beberapa program siaran yang
dilaksanakan dari kediaman penyiar itu sendiri. Sejak saat inilah, komunitas
ini bergabung walaupun masih menggunakan nama masing-masing, menyesuaikan
dengan sasaran yang dituju
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah melihat
bagaimana cara kerja dan kegiatan Komunitas Radio Online “DeadMediaFM”, maka
kita dapat mengambil kesimpulan bahwa komunitas rasio online juga melakukan
peran PR seperti relasi yang “DeadMediaFM” bangun dengan komunitas HONF
merupakan sebuah gambaran dari peran PR. “DeadMediaFM” berusaha menyajikan
informasi yang dibutuhkan oleh para pecinta komunitas ini. Meskipun tidak
tergambar jelas timbal balik yang terjadi antara internal dan eksternal
komunitas ini. Eksternal hanya menikmati dan mengambil keuntungan dari info dan
hiburan yang disajikan oleh para pelaku komunitas radio online “DeadMediaFM”.
Sedangkan bagi para pelakunya sendiri tidak mendapat fee dari produksi mereka
melainkan kepuasan batin yang mereka dapatkan. Biaya produksi “DeadMediaFM” ini
pun bisa ditekan karena mereka memanfaatkan teknologi dan peralatan yang memang
sudah ada. Sekecil apapun itu, tetap saja disini kita dapat melihat peran PR
dilaksanakan.
B. Saran
Adanya komunitas radio
online yang berkembang seperti “DeadMediaFM” merupakan sebuah terobosan baru
dalam dunia komunikasi. Ada baiknya jika mereka lebih memaksimalkan peran PR
dalam komunitasnya agar lebih termenej lagi. Tidak ada saling tumpang tindih
tugas dan lain-lain. Dengan begitu para pengurus komunitas ini bisa menghemat
tenaga dan tidak saling mengandalkan satu sama lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://wiki.natural-fiber.com/HONF








No comments :
Post a Comment