Blog Berbagi Informasi

Wednesday, 30 January 2013

Public Relation

No comments :


ANALISIS RADIO KOMUNITAS
KOMUNITAS RADIO ONLINE “DeadMediaFM”

BAB I

PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang

Semakin hari kemajuan tekhnologi semakin pesat dengan didukung disiplin ilmu yang semakin banyak didalami dan dikuasai manusia. Kreativitas individu juga ikut mendukung terjadinya kemajuan pesat di bidang teknologi. Sebagai contoh, banyaknya terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi yang dibuat oleh para individu maupun kelompok.
Salah satu contoh dari sekian banya terobosan dan inovasi tersebut adalah adanya radio komunitas dibidang teknologi yang didukung oleh disiplin ilmu public relation dan komunikasi. Hal ini adalah cara baru sekelompok orang yang berkumpul kemudian berinteraksi dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Tentunya hal ini banyak menarik minat dan perhatian orang lain sehingga mereka tertarik dan ikut berinteraksi serta terlibat didalamnya.

Fenomena komunitas sekarang memang amat sangat mendominasi para generasi muda khususnya. Dinilai dari sisi positifnya, komunitas ini memang banyak memberikan kontribusi akan kreatifitas generasi muda saat ini. Dimana mereka berkumpul, berinteraksi, saling bertukar fikiran, memecahkan permasalahan, mencari solusi, dan bergerak bersama-sama. Ketika mereka berkumpul maka pemikiran mereka yang heterogen menyebabkan mereka saling melengkapi satu sama lain, sehingga tidak aneh jika perkumpulan mereka menghasilkan terobosan dan inovasi baru.

Maraknya kemajuan teknologi dan gandrungnya generasi muda saat ini pada dunia internet membuat beberapa komunitas yang fokus terhadap dunia komunikasi atau public relation memilih jalur pembuatan radio online. Dimana mereka bisa membuat produksi siaran dengan lebih mudah dan murah. Komunitas radio online “DeadMediaFM” inilah yang kemudian akan saya bahas dalam tulisan ini. Sebab, menurut saya fenomena ini menarik untuk dibahas lebih lanjut karena menjadi terobosan masa kini yang dibuat oleh generasi muda yang kreatif.

B.     Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Dapat mengetahui peran PR dalam komunitas radio online “DeadMediaFM”
2) Dapat mengetahui sejauh mana peran PR berpengaruh terhadap radio komuitas “DeadMediaFM”
3)      Dapat mengetahui seberapa penting PR dalam radio komunitas “DeadMediaFM”

C.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang saya buat untuk membatasi pembasan ini adalah sebagai berikut:
1)      Apakah yang dimaksud dengan radio komunitas?
2)      Apa itu komunitas radio online “DeadMediaFM”?
3)      Bagaimana peran PR dalam komuntias radio online “DeadMediaFM”?

D.    Manfaat Penulisan

Penulis berharap dengan adanya tulisan ini maka pembaca dapat memahami bagaimana kerja atau peran PR dalam sebuah komunitas radio online yang saat ini mulai menjamur di Indonesia.



BAB II

PEMBAHASAN


A.     Komunitas Radio

Radio komunitas adalah stasiun siaran radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Pelaksana penyiaran (seperti radio) komunitas disebut sebagai lembaga penyiaran komunitas. Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah "dari, oleh, untuk dan tentang komunitas".[1]

Pengelolaan radio komunitas memperhatikan aspek keterlibatan warga atau komunitas. Tujuan kegiatan penyiaran di radio komunitas melayani kebutuhan informasi warganya sehingga keterlibatan mereka dalam merumuskan program sangat penting. Radio komunitas menyajikan tema-tema yang dibutuhkan warga setempat, acapkali bahasa yang digunakan oleh penyiar mengikuti dialek lokal dan kebiasaan berbicara setempat.

Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam oraganisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (JIRAK CELEBES), Forum Radio Kampus Bandung, dan lain-lain. Sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah banyak dibangun komunitas radio online di internet. Salah satu diantaranya adalah komunitas radio online “DeadMediaFM”.

B.     Komunitas Radio Online “DeadMediaFM”

1.      Biografi
Berawal dari komunitas yang menaruh minat besar pada perkembangan dunia musik, DeadMediaFM berdiri pada bulan Januari 2007 sebagai salah satu situs web podcast (product broadcast) pertama di Indonesia. Melalui media internet, DeadMediaFM mendokumentasikan gerakan musik indie lokal, nasional, dan internasional dengan menyajikan materi berupa lagu, wawancara, informasi, serta video live performance yang dapat didownload secara gratis oleh siapa saja.
Konsep podcast yang dipakai maksudnya adalah bahwa bahan-bahan tersebut dalam format audio, image, dan video yang kemudian terangkum dalam bentuk episode (volume) dan dapat di-download secara gratis oleh seluruh pengakses internet. Sejak berdirinya hingga sekarang, DMFM (DeadMediaFM) tetap mengedepankan visi dan misi D.I.Y gerylia, dalam arti berkreasi menciptakan sebuah arti dengan segala kemampuan yang ada.
DeadMediaFM adalah sebuah stasiun radio online yang dikelola secara independen oleh sebuah komunitas berbasis di Yogyakarta. Stasiun radio ini menyajikan musik lokal maupun internasional dan beroperasi melalui alamat situs www.deadmediafm.org. DeadMediaFM sendiri menyajikan program-program berupa podcast, videocast, dan live stream yang berhubungan dengan aktifitas musik lokal terutama di Yogyakarta. Hingga saat ini, DeadMediaFM merupakan salah satu online radio di Indonesia yang masih aktif di bidang musik alternatif.
DeadMediaFM.org adalah salah satu wadah media dari sekian banyak media independen. Melalui media internet, DeadMediaFM mendokumentasikan gerakan musik cutting-edge lokal, nasional, dan internasional dengan menyajikan materi lagu, wawancara, informasi, serta video live performance yang dapat diunduh secara gratis oleh siapa saja.
DeadMediaFM merupakan stasiun radio online dengan konsep "free form" yaitu konsep siaran bebas tanpa aturan sesuai dengan personality dan interest masing masing penyiar

Menjadi narasumber di seminar tentang podcast di London School of Public Relation
Sesi siaran bersama Adit dan Eka
Sesi wawancara dengan The Milo
Sesi siaran "Fakin Malam Fakin asshol" bersama Hamam Firdaus
2.      Sejarah
DeadMediaFM dimulai pada awal tahun 2007 oleh sekelompok mahasiswa dari universitas yang berbeda di Yogyakarta. Para pendirinya yaitu Eka Jayani Ayuningtyas (Eka), Muhammad Ridho (Edo), Ignatius Aditya (Adit) dan Budi Prakosa (Iyok) berkenalan melalui situs jejaring sosial dan mempunyai ketertarikan yang sama pada musik bersifat alternatif. Mereka kemudian bersama-sama mendirikan DeadMediaFM yang berfokus pada pemusik yang tergolong baru, ataupun mempunyai kualitas baik namun tidak terekspos oleh media mainstream.
Pada awalnya DeadMediaFM hanya menyediakan podcast yang berupa liputan aktifitas musik dan wawancara pelaku musik di Indonesia. Pada bulan Juni 2007, mereka mulai melakukan siaran langsung dari tempat mereka berkumpul maupun dari kamar mereka sendiri. Pada bulan November 2007, mereka menggelar acara Dead Cover Version bersama komunitas lokal dan musisi-musisi lokal di Indonesia. Acara tersebut merupakan acara launching DeadMediaFM.
Di bulan Januari 2008, DeadMediaFM meluncurkan situs LEAKR, yang merupakan search engine yang tujuan awalnya berguna untuk mencari file musik unduhan untuk materi siaran mereka. Fungsi LEAKR kemudian berkembang sehingga dapat digunakan untuk mencari file unduhan e-book, film, software dan video yang bersifat gratis baik itu baik itu bajakan maupun tidak. Seiring dengan berkembangnya jumlah pengguna LEAKR, Google memblokir situs ini pada Desember 2008. LEAKR kembali beroperasional pada Januari 2009, hingga diblokir oleh penyedia web-hosting pada Oktober 2010 dengan alasan pelanggaran Hak Cipta. Pada awal Tahun 2011, LEAKR berpindah hosting dan berganti nama menjadi FORK yang kemudian masih aktif hingga saat ini.
Search engine "leakr" dibuat awal 2008 kemudian berubah nama menjadi "fork" akhir 2009
 
3.      Podcast dan Streaming Radio
a)      Podcast
Podcast adalah file media digital yang dapat diunduh dan didengarkan di komputer atau music player (audio/video).Dapat dikatakan, podcast adalah pengembangan konsep radio yang beradaptasi dengan perkembangan jaman. Podcast dapat didengarkan di music player apapun (yang pada umumnya berukuran semakin kecil, bermuatan besar, mudahdibawa) atau komputer dengan software musikapapun, di kota atau negara manapun (tidak bergantung transmisi sinyal). Dapat diunduh secaraotomatis, dapat didengarkan sambil mengerjakanhal lain, sehingga tidak menyita tenagaserta waktu.
b)      Streaming Radio
Sedangkan streaming adalah proses penghantaran suara atau video dari komputer ke internet secara langsung, sehingga khalayak dapat mendengarkan siaran radio dan menyaksikan video. Dengan kata lain, apa yang dihantarkan ke internet saat itu, maka itulah yang didengar atau disaksikan khalayak. Sementara itu, podcast adalah suatu bentuk file digital yang diupload ke internet, sehingga khalayak dapat menyaksikannya dengan mengunduh atau memutar file saja.Dalam kata lain streaming adalah 'siaran langsung' dan podcast adalah 'siaran tidak langsung'.
c)      Software
Proses produksi siaran radio “DeadMediaFM” secara online.
Logo software liquidsoap yang digunakan oleh Komunitas Radio Online “DeadMediaFM”. DeadMediaFM menggunakan perangkat lunak sumber terbuka liquidsoap untuk otomasi radio online sejak tahun 2008.

4.      Relasi Dengan HONF
HONF (The House Of Natural Fiber) adalah komunitas seni di dunia internet. Komunitas ini didirikan pada tahun 1999 oleh sekelompok mahasiswa Intistitut Seni Indonesia (ISI). Komunitas ini tidak memiliki anggota tetap sebab mereka berbentuk komunitas terbuka. Komunitas ini hanya memiliki pengurus yang memegang kendali dari setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas ini. Meskipun begitu kommunitas ini aktif dalam setiap kegiatan memajukan seni Indonesia.
Pada bulan Desember 2008, beberapa anggota DeadMediaFM berpartisipasi dalam program VJ School di Yogyakarta International Videoworks Festival 2009 yang diselenggarakan oleh HONF. Dalam program tersebut, DeadMediaFM diwakili oleh Budi Prakosa dan Ignatius Aditya bertukar pengalaman mereka dalam penggunaan software VVVV dan Arduino dengan VJ-VJ lainnya.
Pada bulan Maret 2009, seiring dengan penyelenggaraan breakcore_LABS 0.2 - Pork Eat Pork, DeadMediaFM berkolaborasi bersama HONF dalam pelaksanaan streaming audiovisual acara tersebut secara langsung. Kolaborasi ini berlanjut dalam penyelenggaraan acara breakcore_LABS dan juga program-program HONF lainnya. Karena sinergi yang saling mengisi dan mendukung, DeadMediaFM secara tidak langsung telah bergabung bersama HONF. DeadMediaFM aktif bersama HONF dalam melaksanakan program-program bersifat edukatif dan secara spesifik berfokus pada pengembangan program Media yang merupakan bagian dari Education Focus Program (EFP) dari HONF.
Semenjak Oktober 2009, DeadMediaFM berbagi markas dengan HONF di Jl. Wora Wari A80/6 Baciro. Hampir seluruh sesi siaran DeadMediaFM dilangsungkan disini walaupun masih terdapat beberapa program siaran yang dilaksanakan dari kediaman penyiar itu sendiri. Sejak saat inilah, komunitas ini bergabung walaupun masih menggunakan nama masing-masing, menyesuaikan dengan sasaran yang dituju

BAB III

PENUTUP


A.     Kesimpulan

Setelah melihat bagaimana cara kerja dan kegiatan Komunitas Radio Online “DeadMediaFM”, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa komunitas rasio online juga melakukan peran PR seperti relasi yang “DeadMediaFM” bangun dengan komunitas HONF merupakan sebuah gambaran dari peran PR. “DeadMediaFM” berusaha menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh para pecinta komunitas ini. Meskipun tidak tergambar jelas timbal balik yang terjadi antara internal dan eksternal komunitas ini. Eksternal hanya menikmati dan mengambil keuntungan dari info dan hiburan yang disajikan oleh para pelaku komunitas radio online “DeadMediaFM”. Sedangkan bagi para pelakunya sendiri tidak mendapat fee dari produksi mereka melainkan kepuasan batin yang mereka dapatkan. Biaya produksi “DeadMediaFM” ini pun bisa ditekan karena mereka memanfaatkan teknologi dan peralatan yang memang sudah ada. Sekecil apapun itu, tetap saja disini kita dapat melihat peran PR dilaksanakan.

B.     Saran

Adanya komunitas radio online yang berkembang seperti “DeadMediaFM” merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia komunikasi. Ada baiknya jika mereka lebih memaksimalkan peran PR dalam komunitasnya agar lebih termenej lagi. Tidak ada saling tumpang tindih tugas dan lain-lain. Dengan begitu para pengurus komunitas ini bisa menghemat tenaga dan tidak saling mengandalkan satu sama lain.



DAFTAR PUSTAKA


http://wiki.natural-fiber.com/HONF


[1] Wikipedia.org

No comments :

Post a Comment