Penjelasan Kitab Arrisalatul Jami'ah
Bagian 33
OLEH AL-HABIB JINDAN BIN NOVEL BIN SALIM BIN JINDAN
Senin, 28 Oktober 2013
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah atas
perumpulan kita pada malam hari ini yang mudah-mudahan perkumpulan ita ini
penuh rahmat , membuahkan manfaat, bermanfaat bagi kita di dunia dan akherat.
Didalam pelajaran kita pada malam hari ini al- Imam al- Quthb al- Habib Ahmad
bin Zein al- Habsy beliau mengatakan
وانه بعث
سيدنا محمدا عبده ورسوله إلى جميع الخلق لهدايتهم ولتكميل معاشهم ومعادهم, وأيده
بالمعجزات الظاهرة.
Sesungguhnya Allah SWT telah
mengutus nabi kita Nabi Muhammad SAW, hamba Allah dan Rasul Allah yang diutus
kepada sekalian makhluk.
Apa tujuan diutusnya Rasulullah SAW kepada seluruh
makhluk? لهدايتهم untuk memberikan hidayah kepada mereka ولتكميل
معاشهم ومعادهم serta menyempurnakan daripada kehidupan dunia mereka serta
kehidupan akherat mereka. وأيده بالمعجزات الظاهرة dan Allah SWT
mensupport Nabi Muhammad SAW, membantu Nabi Muhammad SAW dengan bantuan berupa mukjizat
yang dianugerahkan oleh Allah SWT.
Sayyidina Muhammad SAW, beliau
adalah hamba Allah SWT. Namun, sebagaimana dikatakan oleh Imam Bushairy "
puncak daripada pengenalan kita kepada Rasulullah beliau adalah manusia, namun
Beliau adala sebaik-baik makhluk Allah SWT." Rasulullah SAW adalah hamba
yang paling mulia yang diutus oleh Allah SWT yangmana tidak ada makhluk yang
lebih mulia daripada Rasulullah SAW.Beliau hamba Allah dan Rasul utusan Allah,
dan pemimpin dari para Nabi dan Rasul yang paling mulia adalah Nabi Muhammad
SAW.
An-Nabi adalah إنْسَانٌ حُرٌ
ذَكَرٌ أَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ بِشَرْعٍ وَ أُمِرَ بِتَبْلِيْغِه didalam
pengertian beberapa ulama bahwasanya an- Nabi adalalah seorang manusia yang
merdeka ( bukan seorang hamba sahaya ) artinya Nabi itu sudah pasti adalah
seorang manusia, tidak ada Nabi dari kaum jin ataupun dari kaum malaikat. حُر
Manusia yang merdeka dan bukan hamba sahaya. ذَكَرٌ mereka dari kaum
laki - laki , tidak ada Nabi dari seorang perempuan. أَوْحَى اللهُ
إِلَيْهِ بِشَرْعٍ yangmana Allah SWT mewahyukan kepada para Nabi- nabi
tersebut dengan sebuah syariat, semua Nabi - nabi diwahyukan dengan sebuah
syariat. وَ أُمِرَ بِتَبْلِيْغِه kemudian para Nabi - Nabi tersebut
diperintahkan untuk mendakwahkan syariatnya tersebut. Baik kepada dirinya
pribadi, keluarganya, kepada lingkungannya yang kecil ataupun lingkungan yang
lebih luas sesuai yang diperintahkan oleh Allah ta'ala.
Lantas apa yang membedakan Nabi
tersebut dengan Rasul? Ulama mengatakan
فَإِنْ كَانَ نَاسِخاً لِشَرْعٍ مَنْ
قَبْلَهُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَهُوَ نَبِيٌ وَ رَسُوْلٌ
seandainya
syariat yang dibawa tersebut menghapus syariat sebelumnya atau Nabi tersebut
menerima kitab dari Allah ta'ala maka dia adalah seorang Nabi dan Rasul yang
diutus oleh Allah ta'ala .
Dan Nabi Muhammad SAW Beliau adalah
Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT kedalam masyarakat komunitas yang
sangat luas, Nabi bersabda " dahulu para Nabi diutus kepada para
kaumnya khusus, namun aku diutus oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia."
Sayyidina Musa AS diutus kepada elompok beliau, kaum beliau dari Bani Isroil,
begitu pula Nabi Hud diutus lepada kaum 'Ad, begitupun Nabi Sholeh diutus
kepada kaum Tsamud, sayyidina 'Isa diutus kepada Bani Isroil, pengiut yang
mengikuti ajaran Nabi Musa sebelum beliau. Namun Nabi Muhammad SAW, beliau
adalah satu-satunya Nabi yang diutus kepada semua manusia, semua makhluk وَمَا
أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ ( dan tidaklah Kami mengutus
engkau melainkan kepada seluruh manusia ). Kepada orang Arab ataupun orang 'Ajam
( selain Arab ), kepada orang berkulit putih, berkulit merah, berkulit hitam
maupun berkulit kuning, kepada orang yang berbahasa Arab maupun orang yang
tidak mengerti bahasa Arab, kepada semua manusia, kepada jin dan manusia.
Untuk apa diutusnya Nabi Muhammad
SAW kepada makhluk - makhluk tersebut? Untuk membawa hidayah bagi mereka
sekalian. Allah SWT berfirman didalam al- Quran
يَايُّهَالنَّبِيُّ
إِنَّاأَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَ مُبَشِّرًا وَ نَذِيْرًا وَ دَاعِيًا إِلَى
اللهِ بِإِذْنِهِ وَ سِرَاجًا مُنِيرًا . وَبَشِّرِالْمُؤْمِنِيْنَ بِأَنَّ
لَهُمْ مِّنَ اللهِ فَضْلًا كَبِيْرًا
wahai Nabi, sesungguhnya Kami
mengutus engkau adalah sebagi saksi ( kepada umat ) , pembawa kabar
gembira, pemberi peringatan, dan berdakwah ( mengajak mereka ) kepada Allah dengan
izinNya…."
Ini merupakan lisensi dari Allah , kita jikaingin mengemudi
harus memiliki surat izin mengemudi, kita ingin melakukan perjalanan keluar
negeri ada izinnya, mendirikan bangunanpun ada izin pembangunan, ada izin
usaha, dakwah di jalan Allah pun memiliki izinnya, satu - satunya yang
tercantum izinnya adalah Nabi Muhammad SAW. Tapi kita semua umat Nabi Muhammad
SAW, menumpang dalam izin tersebut yangmana Beliau menyatakan " بَلِّغُوْا
عَنِيْ وَلَوْ أَيَةً "
Begitu pula firman Allah SWT
قُلْ
هٰذِهِ سَبِلِيْ أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيْرَةٍ أَنا وَ مَنِ اتَّبَعَنِ "
katakanlah bahwasanya ini adalah jalanku, aku mengajak manusia ke jalan
Allah, aku dan orang - orang yang mengikutiku) .
Tujuan Nabi SAW adalah
untuk memberikan hidayah kepada manusia, sebagaimana Allah SWT menyatakan
إِنَّكَ لَعَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
sesungguhnya
engkau membawa hidayah kejalan yang lurus .
Nabi Muhammad diutus untuk
memberikan hidayah kepada sekalian manusia bukan untuk mengambil keuntungan
dari kita, untuk memberikan penyempurnaan, menyempurnakan kehidupan dunia kita,
sebab kehidupan dunia kita tidak akan sempurna tanpa kita mengikuti ajaran Nabi
Muhammad SAW. Kehidupan dunia tidak akan nikmat, tidak akan lezat tanpa kita
mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Begitupun kehidupan akherat tidak akan lezat
tanpa kita mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW lahir dikota Mekkah,
kemudia Beliau diutus menerima wahyu pada usia 40 tahun, kemudia Beliau tinggal
dikota Mekkah berdakwah selama 13 tahun, lantas ketika berusia 53 tahun Beliau
hijrah kekota Madinah, tinggal dikota Madinah 10 tahun, berdakwah, berjihad,
berjuang, mengajar, mendidik, kemudian hingga Beliau wafat dalam usia 63 tahun.
Seluruh usia Rasul SAW selama 23 tahun dihabiskan untuk berdakwah, untuk
berjuang dujalan Allah SWT, yangmana dakwah dan mengajar ini merupakan
kesibukan Rasulullah SAW
إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا
sesungguhnya
aku diutus oleh Allah sebagai pengajar
Dan di dalam usaha yang dilakukan
oleh Rasulullah SAW tersebut, Allah SWT membantu Nabi Muhammad dengan beragam
mukjizat. Mukjizat tersebut adalah أَمْرٌ خَارِجُ الْعَادَةِ أَظْهَرَ
اللهُ عَلَى يَدِ النَّبِيّ عَلَى سَبِيْلِ التَّحَدِّي mukjizat adalah
sebuah perkara diluar kebiasaan yangmana perkara tersebut Allah tampakkan
melalui tangan para Nabi sebagai bentuk tantangan, dan juga menunjukkan
kebenaran akan Risalah yang mereka bawa tersebut. Dan Nabi Muhammad SAW pun
memiliki mukjizat.
Dan perkara - perkara yang diluar
kebiasaan tersebut macam - macam. Apabila perkara - perkara diluar kebiasaan
dan nalar manusia tersebut terjadi melalui para Nabi - Nabi dan Rasul, maka
perkara tersebut disebut mukjizat. Apabila terjadi pula kejadian diluar nalar
dan kebiasaan tersebut, keajaiban tersebut terjadi bagi mereka yang bukan
merupakan para Nabi-nabi, termasuk yang terjadi pada para awliya dan sholihin
yang disebut dengan karomat, ada pula yang terjadi pada Nabi - Nabi
namun sebelum mereka mendapatkan Risalah dari Allah yang disebutnya irhashot,
yangmana semuanya ini disabdakan oleh Rasul SAW " saya ingat dulu di
Mekah ada batu yang selalu memberian salam kepadaku"
Hal itupun diceritakan oleh Siti
Halimah as- Sa'diyah bahwasanya ketika ia membawa Rasul SAW kerumahnya,
kendaraan yang ditungganginya yang sebelumnya sangat lemah akan tetapi ketika
ditunggangi Rasulullah Saw langsung menjadi sangat cepat dan kuat bahkan
mengalahkan tunggangan lainnya. Dan kambing susu yang biasanya diperah susunya,
sebelumnya sangat sdikit mengeluarkan susu dikarenakan musim kemarau, namun ketika
disentuh oleh Rasulullah SAW langsung keluar dengan derasnya. Nah keajaiban
keajaiban ini terjadi dimasa Rasul belum menerima wahyu dari Allah SWT, ini
disebut sebagai irhash.Dan juga banyak sekali irhashot yang dimiliki
oleh Rasulullah SAW, dan juga mukjiazt mukjizat Beliau.
Ada pula perkara atau keajaiban yang
diberikan Allah kepada para awliya dan sholihin yang disebut
dengan karomat. Ada pula anugerah yang diberikan oleh Allah SWT atau
berupa bantuan yang Allah SWT berikan kepada orang biasa, seperti misalnya
seseorang jatuh dari lantai tinggi namun tidak cidera atau terluka, bagitu
banyak kemamuran yang diberikan oleh Allah SWT. Namun ada pula yang terjadi dan
disebutistidraj , yaitu keajaiban yang muncul dari seseorang namun
bukanlah karomat. Apa yang membedakan antara karomat dengan istidraj?
Ciri karomat diberikan kepada orang yang istiqomah dijalan Allah SWT,
sebagaimana terjadi bagi para ashabul kahfi yangmana mereka ditidurkan Allah
selama 300 tahun, dan juga banyak sekali kejadian - kejadian yang disebutkan
Rasul SAW tentang Juraij dan hamba sholeh lainnya dalam shohih Bukhori
banyak disebutkan pula, hal itu disebut sebagai karomat.
Namun jika keajaiban tersebut muncul
dari orang yang tidak memiliki istiqomah maka disebut istidraj,
seperti munculnya keajaiban tersebut dari tangan Dajjal. Sebagaimana
diceritakan dari tangan Dajjal tersebut ketika ia melalui suatu kampung,
ketika ia memerintahkan penduduk untuk beriman kepadanya, maka mereka tidak
beriman. Kemudian Dajjal menunjukkan suatu keajaiban asalkan mereka
percaya, apa keajaiban tersebut yaitu akan diturunkan hujan pada saat itu juga
maka turunlah hujan. Ditumbuhkan tanaman , saat itu juga tumbuh tanaman
tersebut. Kemudia sampai ia menghidupkan orang mati maka hidup orang mati
tersebut, akan tetapi hal itu tidaklah disebut karomat melainkan istidraj.
Dan ada pula keajaiban yangmana
keajaiban tersebut ditujuankan untuk ihanah atau Allah menghinakan hambaNya, ia
memiliki satu tujuan namun kejadian yang terjadi lain dari tujuan tersebut. Sebagaimana
terjadi ketika disampaikan kepada Musailamah al- Kadzzab bahwa Nabi yang disana
( Nabi Muhammad ) jika meludah pada suatu sumur, sumur yang sebelumnya airny
sedikit langsung meluap keatas, nah sekarang sumur ini airnya hanya setengah
maka perbanyaklah agar cukup untuk kita semua! Maka Musailamah meludah dalam
sumur tersebut, sumur tersebut bukannya meluap melainkan habis airnya menjadi
kering. Hal ini dinamakan ihanah yangmana Allah ta'ala ingin merendahkan
hambaNya tersebut.
Jadi, jia seseorang memiliki suatu
keajaiban, kehebatan, hal - hal yang luar biasa terjadi padanya maka janganlah
kita buru - buru tertipu, akan tetapi liat istiqomahnya, karena istiqomah
seseorang itu lebih dari apapun, lebih daripada keajaiban - keajaiban apapun
juga. Jangan kita tergiur melihat orang dapat berjalan di udara, berjalan
diatas air, namun jika kita ingin tergiur dengan sesuatu maka tergiurlah dengan
orang yang istiqomah!
Orang yang berjalan diudara ia bisa
terbang bagaikan burung, orang bisa berjalan diatas air bagaikan katak atau
serangga air, bisa bernapas dalam air bagaikan ikan, akan tetapi jika ia bisa
menjalankan istiqomah maka ia seperti Rasulullah SAW. Karenanya marilah
kita mencari istiqomah tersebut!
Mudah - mudahan Allah SWT memberikan
taufiq kepada kita sekalian, Allah SWT memberikan ridhoNya kepada kita
sekalian, yang terpenting adalah istiqomah, istiqomah dalam dua
rakaat yang ita kerjakan itu lebih baik daripada seribu karomah, seribu
keajaiban. Luruskan hati kita dalam dua rakaat itu lebih baik daripada seribu
karomah. Istiqomah dalam hadir majelis, istiqomah dalam berbakti
kepada kedua orangtua, istiqomah dalam sholat witir, istiqomah
dalam sholat berjamaah, maka itu lebih daripada segala-galanya. Mudah - mudahan
Allah memberikan ridhoNya kepada kita sekalian.
اللَّهُمَّ
انْفَعْنَا بِمَا عَلَمْتَنَا وَ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَ ارْزُقْنَا
عِلْمًا نَافعًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّي وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ
وَ الحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ


No comments :
Post a Comment