Membumikan Akuntansi Syariah di Indonesia
BAB I
ISLAM SEBAGAI AGAMA YANG KAFFAH
A. Islam sebagai Agama yang
Komprehensif
Islam
sebagai agama samawi yang terakhir, yang diturunkan oleh Allah SWT untuk
mengatur kehidupan manusia, mempunyai karakteristik yang banyak berbeda dengan
agamawi sebelumnya yang diturunkan kepada Rasul-Rasul terdahulu, seperti yang
diturunkan kepada Adam AS, Musa AS, Daud AS, Isa AS, dan lainnya. Sebagai agama
terakhir, maka Islam telah mengatur dari yang bersifat filosofis, sistemik,
maupun sampai pada aturan praktis, seperti ketentuan zakat, waris, nikah, dll.
Hal ini dapat dipahami secara akal sehat, sebagai agama terakhir maka Allah SWT
harus membuat ketentuan yang lengkap dan menyeluruh untuk mengatur kehidupan
manusia agar hidupnya nanti bahagia dunia dan akhirat. Periode menjelang akhir
zaman, kehidupan manusia semakin komplek dan rumit sehingga Allah SWT pastilah
sudah mengetahui akan kebutuhan manusia agar selamat hidupnya di dunia dan di
akhirat nanti. Berbeda dengan agama yang turun sebelumnya, ia diturunkan sesuai
dengan zamannya yang belum begitu rumit dan komplek seperti kehidupan di akhir
zaman, sehingga ketentuan-ketentuan dalam kitab suci juga belum sesempurna
dengan kitab suci terakhir yaitu Al Qur‘anul Karim. Dalam Al Qur‘an sudah
lengkap dan menyeluruh mengatur kehidupan manusia yang terkait dengan hubungan
manusia dengan Allah ( hablumminAllah ) dan hubungan manusia dengan manusia
lain dan makhluk ciptaan Allah lainnya (hablumminannas). Al Qur‘an , sebagai
wahyu Allah kepada nabi besar Muhammad SAW, telah dipersiapkan untuk mengatur
kehidupan manusia yang menjangkau tidak saja sampai pada akhir zaman (kiyamat)
tetapi lebih jauh dari itu, yaitu sampai menuju kehidupan kekal abadi (
akhirat).
Walaupun demikian,
dewasa ini masih ada, kalau tidak dikatakan banyak yang berpendapat dan
beranggapan bahwa Islam adalah agama yang hanya mengatur bagaimana umat Islam
beribadah kepada Tuhannya saja, yaitu hanya urusan sholat belaka. Bahkan, yang
lebih memojokkan lagi bahwa Islam adalah penghambat kemajuan pembangunan.Yang
jelas, ini adalah salah satu bentuk ketidak tahuan dan kesalah pahaman tentang
memahami Islam secara menyeluruh. Seharusnya, sebelum mereka berpendapat
terlebih dahulu pelajari secara objektif dan netral, tidak berdasar prasangka,
kecurigaa, dan ketakutan; dengan demikian pendapat mereka objektif berdasarkan
hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Tidak jarang para peneliti
non-muslim yang meneliti tentang Al Qur‘an secara objektif, akhirnya
berkesimpulan bahwa Al Qur‘an adalah wahyu dari Tuhan Yang Maha Benar, yang
isinya tidak ada yang salah, yang ada adalah banyak ayat yang tidak dapat
dijangkau oleh akal pikir manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai
saat ini. Salah satunya adalah kisah mengenai Isra‘ dan Mi‘raj nabi besar
Muhammad SAW, perjalanan nabi dari Makkah ke masjidil Aqsha langsung naik
menghadap Allah sampai ke sidratul muntaha‘ hanya dalam waktu satu malam, yang
jaraknya bila diukur dengan perjalanan manusia biasa adalah lebih dari ribuan
tahun cahaya. Kisah Isra‘ dan Mi‘raj ini sampai sekarang belum ada manusia lain
yang bisa melakukannya setara dengan perjalanan nabi tersebut. Masih banyak
contoh ayat Al Qur‘an yang belum bisa dipahami oleh akal manusia dan itu bukan
suatu kesalahan Al Qur‘an, tetap sebagai kebenaran Allah SWT, hanya manusia
terbatas kemampuan untuk memahaminya.
Di samping itu, pendapat orang banyak yang didasarkan pada kepentingan, seperti kepentingan politik, ekonomi, sehingga tidak bisa berpendapat secara netral sehingga bisa timbul tuduhan bahwa Al Qur‘an sudah tidak sesuai dengan zaman, penghambat kemajuan ekonomi, bahkan ada yang berpendapat Islam sebagai pengambat kreatifitas manusia. Itulah pendapat yang didorong oleh hawa nafsu syaithan, angkara murka, kecongkakan, hedonisme, dan pemujaan terhadap kepuasan materialis. Jadi, sesungguhnya Al Qur‘an atau Islam tidak seperti yang mereka gambarkan dan sangkakan. Islam adalah agama yang lengkap dan berlaku universal seluruh alam semesta.
Baca selengkapnya DISINI
Di samping itu, pendapat orang banyak yang didasarkan pada kepentingan, seperti kepentingan politik, ekonomi, sehingga tidak bisa berpendapat secara netral sehingga bisa timbul tuduhan bahwa Al Qur‘an sudah tidak sesuai dengan zaman, penghambat kemajuan ekonomi, bahkan ada yang berpendapat Islam sebagai pengambat kreatifitas manusia. Itulah pendapat yang didorong oleh hawa nafsu syaithan, angkara murka, kecongkakan, hedonisme, dan pemujaan terhadap kepuasan materialis. Jadi, sesungguhnya Al Qur‘an atau Islam tidak seperti yang mereka gambarkan dan sangkakan. Islam adalah agama yang lengkap dan berlaku universal seluruh alam semesta.
Baca selengkapnya DISINI
No comments :
Post a Comment