1. Tidak
mempelajari marketing plan secara mendalam.
Banyak
pebisnis networkmarketing yang langsung terjun tanpa mempelajari terlebih
dahulu marketing plan yang diberikan oleh perusahaan bermitra. Langsung bergabung
karena tergiur iming-iming yang ditawarkan oleh leader-leader. Banyak money
game yang dikemas dengan cara MLM atau bisnis networkmarketing, sehingga
orang-orang yang bergabung diawal akan mendapatkan keuntungan besar dan
bergabung belakangan sebagai korban.
2.
Tidak mempelajari produk yang dipasarkan
Mempelajari
produk yang dipasarkan adalah sangat penting karena dengan mempelajari produk
maka kita akan memahami target pasar yang akan dicari atau dituju. Network
marketing adalah salah satu cara memasarkan suatu produk, jadi siapa target
konsumen dan nilai tambah yang bisa didapakan oleh konsumen akhir maupun
reseller atau member untuk produk harus kita pahami dengan baik. Multi level
marketing bukanlah menjual mimpi, tapi memasarkan produk dan memberikan
pelayanan kepada konsumen melalui member-member dalam jaringan pemasaran
tersebut.
Banyak
pelaku network marketing mengeluarkan banyak uang untuk membeli setumpuk
barang dan barang tersebut menumpuk dalam rumahnya. Hal ini terjadi karena
pemahaman salah keliru tentang network marketing. Dalam konsep network
marketing, para pelalu bisnis tidak perlu melalukan pembelian dalam jumlah
besar karena suplai barang adalah tanggung jawab perusahaan.
3.
Tidak melalukan penelitian terhadap perusahaan tempat bernaung
Banyak
perusahaan-perusahaan multi level marketing atau network marketing yang tutup
setelah melewati tahun ke 5 atau tahun ke 10. Hal ini biasanya terjadi
karena pada tahap awal memberikan bonus yang berlebihan kepada para
leader-leader untuk menarik mereka bergabung. Perusahaan yang baru berdiri atau
kurang dari 5 tahun perlu untuk di teliti terlebih dahulu. Hal ini
penting karena kadang seorang leader menghabiskan banyak waktunya untuk bisnis
tersebut, ketika perusahaan tiba-tiba tutup akan menimbulkan kerugian besar
serta rasa frustasi bagi distributor yang bersangkutan.
Perlu untuk
diperhatikan bagaimana komitmen jangka pendek dan jangka panjang perusahaan
terhadap distributor. Selalu komitmen terhadap distributor yang perlu
diperhatikan adalah kebijakan perusahaan terhadap produk-produk yang ditawarkan
apakah bisa mengikuti perkembangan pasar atau tidak.
4.
Beranggapan bahwa jaringan akan berkembang dengan sendirinya
Banyak yang
beranggapan bahwa dengan melakukan pembelian atau investasi dengan sejumlah
uang, maka jaringan akan berkembang dengan sendirinya. Jaringan akan dibangun
secara otomatis oleh sistem atau secara on line. Padahal untuk
mengembangkan jaringan perlu adanya pelatihan-pelatian untuk pengembangan
kepribadian, pengembangan leadership, kemampuan teknis, kemampuan menjual
produk dan sebagainya.
Jaringan
yang bisa berkembang dengan sendirinya tanpa adanya pelatihan-pelatihan atau
training-training yang memberikan pendidikan pelayanan terhadap para pelanggan
dan juga membangun jiwa kepemimpinan patut dicurigai sebagai money game.
Membangun networking atau jaringan pemasaran diperlukan pembinaan secara
berkelanjutan, mulai dari sejak bergabung sampai peringkat yang sudah tinggi
sekalipun.
Jaringan
yang dibangun dengan fondasi yang kuat akan bertahan lama dan memberikan banyak
nilai-nilai positif, tidak hanya kepada para pelaku bisnis networking atau MLM
itu sendiri, tapi juga pada konsumen dari produk tersebut.
5.
Tidak suka presentasi dan mengikuti training
Presentasi
dan mengikuti training adalah rutinitas penting yang harus dijalankan oleh
pebisnis multi level marketing atau MLM atau bisnis network
marketing. Presentasi adalah saat dimana
kita memberikan penjelasan tentang manfaat produk dan bagaimana mentransfer
ilmu yang dimiliki kepada mitra bisnis kita. Melalui presentasi-presentasi para
leader-leader memberikan pengarahan bagaimana bisa sukses dalam menjalankan
bisnis.
Training-training tidak hanya memberikan tambahan ilmu secara berkesinambungan kepada para leader, akan tetapi juga menjadi sarana pemberian motivasi. Training-training motivasi penting untuk tetap menjada semangat dan antusiasme tetap tinggi dalam menjalankan bisnis ini.
6.
Tidak melakukan pengembangan kepribadian
Membangun
networking atau jaringan pemasaran secara MLM adalah menjalin kerjasama dengan
banyak orang. Untuk membangun hubungan yang baik ini setiap para pelaku perlu
untuk selalu mengembangkan kepribadian. Pengembangan kepribadian akan memberikan
peran besar bagi pertumbuhan jaringan dan semakin besar jaringan itu maka
tantangan yang dihadapi juga akan semakin besar.
Para pelaku
bisnis yang senantiasa mengembangkan kepribadian akan membina hubungan dengan
banyak orang dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
7.
Tidak Menjadi Pendengar Yang Baik
Lebih banyak
bicara dari pada mendengarkan adalah hal yang salah karena apa yang kita
bicarakan belum tentu disukai oleh prospek atau mitra kita. Dengan
banyak bicara kita lebih menonjolkan diri sendiri dari pada orang lain sehingga
kita tidak memahami apa yang mereka butuhkan dan diinginkan. Untuk membantu
mereka dalam pengembangan jaringan bisnis, kita perlu memahami apa yang menjadi
kebutuhan dan keinginan mereka.
8.
Memaksa orang lain untuk bergabung
Karena
semangat yang luar biasa dalam menjalankan bisnis, banyak pemain MLM yang
memaksa orang lain untuk bergabung dengan melakukan penipuan-penipuan.
Praktek-praktek seperti inilah yang membuat penilaian negatif terhadap MLM atau
networkmarketing. Kita harus jelaskan manfaat atau keuntungan yang mereka
dapatkan dengan bergabung menjadi member dengan cara yang menarik. Biarkan
mereka berfikir untuk menentukan apakah akan bergabung atau tidak.
9.
Berfokus pada penjualan pribadi
Belajar menjual
produk adalah langkah awal yang perlu di pelajari oleh pemain MLM atau network
marketing. Tanpa kemampuan menjual produk jaringan tidak akan tumbuh dan
berkembang dengan pesat. Kemampuan menjual ini harus diajarkan kepada
mitra-mitra yang ada dalam organisasi atau jaringan kita, karena penjualan
adalah sumber income atau penghasilan perusahaan dalam pembayaran bonus. Tanpa
adanya penjualan produk maka patut dicurigai sebagai money game dan segera
tinggalkan money game, jangan buang-buang waktu untuk bisnis money game.
10.
Tidak Melakukan Pembinaan Terhadap Jaringan
Mitra-mitra bisnis adalah asset dalam sebuah MLM atau
network marketing. Penting bagi leader untuk mengembangkan mitra-mitra
bisnisnya. Seorang leader harus menginvestasikan waktunya untuk memberikan
pelatihan-pelatihan, arahan dan motiviasi bagi para mitra bisnisnya. Jika kita
bekerja 3 jam satu hari dan dengan cara yang sama ada 10 orang mitra yang juga
bekerja maka sebenarnya kita bekerja 30 jam. Hal ini bisa terjadi jika seorang
leader secara konsistem melakukan pembinaan terhadap mitra-mitra bisnisnya.

No comments :
Post a Comment