Jika
dianalogikan, maka perjalanan kehidupan perusahaan mirip dengan kegiatan arung
jeram, ditengah-tengah arus sungai dinamika perusahaan, maka semua pegawai
seyogianya tunduk dan taat pada sistem, aturan, dan prosedur yang berlaku
secara konsisten dan konsekuen. Ibarat jeram yang tidak dapat diprediksi
sebelumnya, begitu pun setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan eksternal
perusahaan. Tidak ada kesempatan untuk mencari pembenaran, apalagi untuk
mengelak. Satu-satunya cara untuk melewati jeram tersebut adalah dengan
melewatinya. Hampir tidak ada waktu maupun celah untuk mencari siapa yang
salah, terutama dalam situasi kompetisi yang pelik ini.
Satu-satunya cara untuk mengarungi ‘jeram-jeram’ perusahaan saat ini adalah dengan memelihara kekompakkan tim. Ambisi yang terlalu berlebihan dari setiap anggota tim untuk meraih posisi tanpa melihat atau mengasah kompetensi akan membuat tim goyah dan semakin tidak terarah. Penyerapan anggaran yang tidak dilandasi oleh nilai-nilai kejujuran dan kejernihan hati akan semakin membuat perusahaan lemah dalam mengarungi perubahan yang terjadi karena mengalami keboroan di sana-sini.
Layaknya seorang
skipper (kapten) perahu, setiap pemimpian di setiap lini mana pun harus mampu
memainkan peran yang proporsional dan professional. Seorang kapten tidak akan
segan menegur awaknya yang tidak menjalankan prosedur dengan benar. Seorang
kapten pun tidak perlu menerima pujian atau fasilitas dan pelayanan dari
awaknya karena kepemimpinannya yang baik. Tujuan mereka adalah semata-mata
sampai pada tujuan dengan selamat dan semua peserta mampu menikmati perjalanan
yang penuh tantangan tersebut. Salah satu kunci sukses adalah taat pada sistem
dan prosedur adalah pengawasan (controlling) yang optimal. Ibarat kapten yang
senantiasa memperhatikan fadel (dayung) awaknya serta arah dayung yang
dilakukan, demikian pula setiap pemimpin harus mampu melakukan pengawasan yang
dilandasi kepedulian (care) yang tinggi.
![]() |
| Rafting Citarik Sukabumi |
Kapten adalah
orang yang sangat kompeten dalam melakukan seluk beluk kegiatan arung jeram,
dari mulai penyiapan alat-alat, perjalanan, dan setelah kegiatan berlangsung.
Dia mampu mengarahkan ke mana perahu dijalankan, seberapa jauh harus berbelok,
kapan saatnya mundur, dan kapan saatnya maju adalah karena memang dia mampu
(kompeten) melakukan hal tersebut. Ketika ada banyak jeram yang harus dilewati,
berdasarkan kompetensi dan analisis kemampuan tim, dia pun mampu melewatinya
dengan efektif. Oleh karena itu, dalam mengarungi ‘jeram’ perusahaan yang
semakin kompetitif saat ini, tidak ada pilihan lain selain para pemimpin di
tiap lini haruslah orang yang kompeten.
Penetapan orang
yang tepat pada tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat pula, diharapkan
mampu memimpin biduk perusahaan maupun unit kerjanya untuk tampil maksimal.
Ibarat seorang kapten, maka para pemimpin di tiap lini di perusahaan pun
seyogianya menguasai setiap sistem, aturan, maupun prosedur yang berlaku untuk
tia-tiap aktivitas kegiatan unit kerjanya. Model pemimpin yang efektif adalah
ketika untuk kali pertama ia menunjukkan sistem keteladanannya melakukan
seluruh sistem dan prosedur dengan baik. Dengan demikian, ia pun mampu dan
‘berkuasa’ untuk melakukan pengawasan dengan optimal.
Nikmatnya melakukan kegiatan arung jeram adalah
karena ada jeramnya untuk diarungi. Nikmatnya menjalani kehidupan bisnis network
kita adalah justru karena setiap waktu kita berhadapan dengan jeram-jeram
kehidupan bisnis yang selalu berubah-ubah. Disinilah kekompakkan tim diuji,
kompetensi pemimpin diasah, serta sikap mental diarahkan lebih positif. Selamat
berarung jeram di bisnis network marketing.

No comments :
Post a Comment