Blog Berbagi Informasi

Friday, 9 March 2018

KONSEP ISLAM SEBAGAI AGAMA WAHYU

No comments :
KONSEP ISLAM SEBAGAI AGAMA WAHYU
Oleh: H. Adian Husaini, MA


Keimanan kepada Nabi Muhammad saw
Bagi umat Islam, beriman kepada Nabi Muhammad saw merupakan bagian dari rukun iman (beriman kepada para nabi) dan sekaligus rukun Islam (membaca dua kalimah syahadat). Dengan tegas dikatakan, seseorang tidak dapat dikatakan sebagai mukmin atau muslim, jika dia tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw. Imam al-Nawawi dalam Kitab hadits-nya yang terkenal, al-Arba’in al-Nawawiyah, menyebutkan definisi Islam pada hadits kedua:

“Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan shaum Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah -- jika engkau berkemampuan melaksanakannya.” (HR Muslim).

Pada hadits ketiga juga disebutkan, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda: “Islam ditegakkan di atas lima hal: persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, penegakan shalat, penunaian zakat, pelaksanaan haji ke Baitullah, dan shaum Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Karena itu, tidak ada Islam jika tidak ada keimanan terhadap kenabian Muhammad saw. Keimanan kepada Nabi Muhammad saw adalah kunci bagi seluruh keimanan yang lain. Sebab, Allah menurunkan wahyu-Nya, yakni al-Quran, melalui para utusan-Nya. Dan Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah yang terakhir, la nabiyya ba’dahu, tidak ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad saw. Dalam al-Quran dikatakan, tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. (QS 51:56). Adalah Nabi Muhammad saw yang mengenalkan kepada kita, siapa Tuhan kita dan bagaimana cara beribadah kepada-Nya. Melalui Nabi Muhammad saw kita memahami wahyu Allah tersebut. Nabi Muhammad lah yang menjelaskan kepada kita bagaimana kita shalat, zakat, puasa, haji, dan sebagainya.

Karena itulah, keimanan kepada Nabi Muhammad saw adalah kunci atau pintu masuk dari seluruh aspek keimanan dalam Islam. Kita tidak dapat mengenal nama Allah, sifat-sifat-Nya, dan cara menyembah-Nya dengan benar, kecuali melalui utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Maka, syahadat Islam berbunyi: ”Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Tanpa beriman kepada Nabi Muhammad saw dan wahyu yang dibawanya, melalui manusia paling-paling hanya sampai menjadi deis, mengakui adanya Tuhan, mengakui bahwa Tuhan itu satu! Tetapi, manusia tidak akan pernah bisa mengenal siapa Tuhan itu, siapa Dia, siapa Nama-Nya, bagaimana sifat-sifat-Nya, dan bagaimana cara manusia menyembah-Nya.

Oleh sebab itu, dalam dakwah-Nya ke seluruh penjuru dunia, Nabi Muhammad saw senantiasa mengajak manusia untuk masuk Islam, memeluk agama Islam, dengan mengakuinya sebagai utusan Allah. ”Akuilah, bahwa aku ini adalah utusan Allah,” kata Nabi saw kepada umat manusia. Sebab, memang tidak mungkin manusia bisa mengenal dan menyembah Allah dengan benar, kecuali dengan mengakui dan mengimani Muhammad saw sebagai utusan Allah SWT.

Baca selengkapnya DISINI

No comments :

Post a Comment