Islamisasi Sains:
Sebuah Upaya Mengislamkan Sains Barat Modern
Oleh : Ir. Budi Handrianto MPd.I
PENDAHULUAN
Ilmu yang berkembang di dunia Barat saat ini berdasarkan pada rasio dan panca indera, jauh dari wahyu dan tuntunan Ilahi. Meskipun telah menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi manusia, Ilmu Barat modern telah pula melahirkan bencana baik kepada kemanusiaan, alam dan etika. Akibat paham materialisme maka terjadi penjajahan dan kolonisasi. Ribuan bahkan jutaan nyawa manusia melayang. Perbudakan terjadi dan kekayaan alam dieksploitasi. Harun Yahya dalam bukunya The Disasters Darwinism Brought to Humanity menggambarkan berbagai bencana kemanusiaan yang ditimbulkan akibat Darwinisme, di antaranya berupa rasisme dan kolonialisme.
Peradaban Barat sebagaimana ditulis oleh sejarawan Marvin Perry, adalah sebuah peradaban besar, tetapi sekaligus sebuah drama yang tragis (a tragic drama) 4. Peradaban ini penuh kontradiksi. Satu sisi, ia memberi sumbangan besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang membuat berbagai kemudahan fasilitas hidup, tapi pada sisi lain peradaban ini memberi kontribusi yang tidak kecil kepada penghancuran alam semesta.
Di zaman modern ini pula, manusia telah membelanjakan dana secara “luar biasa” kepada alat-alat pembunuh massal. Sekedar contoh, Jeremy Isaacs dan Taylor Downing, dalam bukunya, Cold War, memaparkan, antara 1945-1996 saja, diperkirakan sekitar 8 trilyun USD ($ 8,000,000,000,000) biaya dikeluarkan untuk persenjataan di seluruh dunia. Puncaknya, persediaan nuklir saat ini mencapai 18 mega ton. Padahal, seluruh bom yang diledakkan pada Perang Dunia II ‘hanya’ 6 megaton.
Paham pluralisme agama yang diusung Barat telah menampakkan sifatnya yang intoleran dan eksklusif. Kaum Pluralis mengklaim diri merasa benar secara absolut dan hanya gagasan pluralisme agama sendirilah yang absolut benar. Klaim ini melahirkan “inkuisisi” (inquisition) model baru atas nama perang melawan terorisme. Inkuisisi abad ke-21 ini lingkupnya jauh lebih luas, global dan tidak lagi mengenal batas-batas geografis serta menggunakan alat-alat yang sangat canggih dan memusnahkan secara masif dan masal. Dari pengejaran, penginterogasian, penyiksaan dan pengingkaran hak-hak asasi orang-perorang atau kelompok yang “diduga” berseberangan atau berkeyakinan “beda”, sampai pembumihangusan negara-negara berdaulat seperti yang tengah menimpa Afghanistan dan Irak.
Baca selengkapnya DISINI

No comments :
Post a Comment