Sukses Menjalankan Bisnis Online MLM
Jaringan
Mengikuti bisnis Online jaringan, pada dasarnya intinya yang dikerjakan
adalah menjual produk dan merekrut member. setelah banyak merekrut member jadi
merasa harus bertanggungjawab karena sudah merekomendasikan atau mengajak untuk
menjadi member dijaringan saya. paling tidak agar member yang saya ajak tidak
rugi, dan tantangan saya ingin membuktikan atas kalimat promosi yang saya
tawarkan pada proses perekrutan member, salah satunya yaitu mendapatkan
penghasilan pasive income dari bisnis yang saya rekomendasikan. saya sudah
menghasilkan dari bisnis mlm ini saya pun berbagi cara yang saya lakukan
sehingga saya mendapatkan komisi, tapi dalam prakteknya member ada yang belum
memahami sehingga kesulitan dala menjalankan bisnis yang saya rekomendasikan.
Untuk itu pada hari ini saya posting blog tentang Apa itu Bisnis MLM dan
bagaimana agar sukses dari bisnis MLM ini berikut ulasannya
Sebelumnya Kenapa memilih bisnis MLM / jaringan, berikut ada sedikit
kutipan
Menurut Robert T.Kiyosaki dalam bukunya, ada tiga tipe sistim bisnis yang
digunakan saat ini.
Pertama, perusahaan tradisional, dimana seseorang membangun sisitm sendiri.
Kedua, franchises, yang sistimnya dapat dibeli-memegang franchises.
Ketiga MLM, yaitu suatu sistim yang dapat anda beli dan menjadi bagian dari
sistim tersebut.
Dari ketiga tipe itu, maka rekomendasinya pada MLM untuk pindah ke kuadran
kanan.
Kenapa pilihannya pada MLM ? Robert bercerita soal temannya, seorang
milyader real estat, yang menjadi distributor MLM. Padahal temannya itu dikenal
tidak membutuhkan uang. “Tapi ia begitu semangat, sehingga membuat saya kaget.
Saya bertanya, kenapa dia terjun ke MLM?” tutur Robert pada majalah Network
Marketing Lifestyle.
Ternyata jawaban sang teman sungguh tak terduga. Dia ingin menolong orang
lain mendapatkan passive income, seperti halnya diperoleh di real estat.
“Banyak orang bertanya pada saya, bagaimana caranya memperoleh passive income
di real estat. Padahal mereka tidak punya latar belakang pendidikan seperti
saya, juga tidak punya modal tambahan untuk investasi di real estat,” tutur
sang teman. Dia percaya, MLM memberikan peluang pada masyarakat untuk membangun
passive income, sekaligus mendukung mereka belajar menjadi investor profesional.
Karena itu, Robert akhirnya maklum bila temannya atau masyarakat begitu
tertarik kepada MLM. Sebab, dibandingkan waralaba, modal yang dilontarkan
bisnis ini relatif kecil-hanya membeli starterkit untuk keanggotaan. Bahkan,
Robert mengistilahkan MLM itu seperti halnya membeli “waralaba” kepribadian,
mengingat muara dari bisnis MLM merekrut orang dan membentuk jaringan. Namun,
Robert mengingatkan, sukses di MLM ataupun salah satu di kuadran kanan tetap
bekerja keras dan antusias. Sebab ia telah meneliti beberapa perusahaan MLM,
baik mengenai produk, marketing plan maupun rancangan pendidikan (training).
Hasilnya? Robert merekomendasikan untuk masuk ke kuandran kanan lewat MLM,
kuncinya bukan produk. Melainkan rancangan pendidikan yang ditawarkan perusahaan
MLM.
“Saya melihat, ada beberapa perusahaan MLM yang hanya tertarik menjual
sistimnya kepada masyarakat. Tapi ada juga yang mendidik dan membantu anda
mencapai kesuksesan.” Robert mengaku, dari hasil penelitiannya tentang MLM,
menemukan dua hal penting yang dapat dipelajari-pertama, mengatasi ketakutan,
dan kedua, bagaimana menjadi pemimpin.
Menurut Robert, sukses dapat diraih, bila seseorang belajar mengatasi
ketakutan terhadap penolakan, dan cuek terhadap penilaian orang tentang Anda.
Sebagai contohnya, Robert menyebut ayahnya mendorong bekerja di perusahaan
xerok selama empat tahun. “Dorongan ayah saya ini, agar saya dapat mengetasi
rasa malu dan takut pada penolakan.” Jadi yang penting, janganlah mendengar
pendapat orang, melainkan pendapat Anda sendiri, kenapa melakukannya?
Lalu, pelajarilah bagaimana orang sukses itu dapat memimpin bawahannya?
Sebab, latar belakang, merupakan hal tersulit dalam bisnis. “Saya sering
menemukan pemimpin alami, punya kamampuan interaksi dan memberi inspirasi
kepada orang lain. Ini merupakan keahlian yang tak ternilai yang dapat di
pelajari.”

No comments :
Post a Comment