Tips Sukses Sebagai Pemasar
MLM
1. Menjalankan sistem dengan benar
Bisnis MLM adalah gabungan dari sistem pemasaran dan
pencarian kaki (down line). Kedua sistem itu harus dilakukan bersama-sama dan
berimbang. Tidak bisa seorang pemasar MLM hanya sibuk mencari downline atau
menjual produk saja. Hal ini juga yang membedakan MLM dengan sistem piramida
yang hanya mementingkan perekrutan.
2. Bukan usaha sampingan
Bisnis ini memerlukan perencanaan matang dan usaha yang
gigih. Para pemasar yang sukses umumnya meninggalkan pekerjaan lamanya -sebagai
karyawan- dan fokus menjadi pemasar MLM.
3. Kerja keras dan daya tahan
Daya tahan dan daya juang seorang pemasar MLM sangat
diperlukan. Tak boleh ada kata malas atau menyerah.
Namun, sebelum Anda memutuskan ikut berbisnis MLM, pastikan
bahwa perusahaan yang Anda ikuti bukan Money Game atau yang menjalankan bisnis
dengan sistem piramida. Sebab, tak sedikit perusahaan yang 'berkedok' MLM, yang
awalnya menjanjikan bermacam bonus dan kemudahan sistem penjualan, ternyata
tutup di tengah jalan atau tidak jelas jejaknya.
Parameter paling mudah untuk mengetahui apakah perusahaan
tersebut bonafid atau tidak adalah melalui Asosiasi Penjualan Langsung
Indonesia (APLI). Ini adalah lembaga resmi yang menaungi penjualan langsung,
baik multi level maupun single level marketing. Setiap perusahaan yang
bergabung dengan APLI dijamin memiliki legalitas kuat, karena pasti memiliki
SIUPL (surat ijin penjualan langsung).
Hal lain yang harus diperhatikan adalah biaya keanggotaan.
Perusahaan MLM yang benar menarik biaya wajar. Perusahaan-perusahaan MLM yang
sudah terbukti dan mampu bertahan hingga belasan tahun di Indonesia mematok
biaya keanggotaan dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Jika ada perusahaan
MLM yang menawarkan keanggotaan dengan biaya jutaan atau bahkan puluhan juta,
perlu diwaspadai atau dicurigai. "Biaya pendaftaran anggota MLM tidak
pernah mahal dan biasanya sebagai pengganti starter kit yang berisi tata cara
bisnis MLM di perusahaan tersebut," ucap Helmy Attamimy, ketua APLI.
Perusahaan MLM juga hanya membolehkan anggotanya bergabung
sekali dengan satu kartu anggota. Sementara sistem piramida atau money game
membolehkan atau menyarankan anggotanya bergabung beberapa kali. Istilahnya
membeli slot atau kavling. Kedua sistem ini umumnya menghitung poin seseorang
dari modalnya. Semakin besar modal, semakin besar keuntungannya. Sementara yang
bermodal kecil hampir mustahil meraih sukses. Menurut Direct Selling
Association, sistem piramida ini sifatnya tidak adil. Apalagi sebelum semua anggota
mendapatkan haknya, biasanya sistem ini sudah runtuh atau tutup.
Source by : http://www.pesona.co.id/article/kiat-sukses-berbisnis-mlm

No comments :
Post a Comment